Koperasi Desa Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi: Wamenkop Dorong Kolaborasi dengan Politeknik Harapan Bersama

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Jumat, 20 Juni 2025 | 19:25 WIB
Wakil Menteri Koperasi, yang juga menjabat sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih,  (Instagram kemenkop)
Wakil Menteri Koperasi, yang juga menjabat sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih, (Instagram kemenkop)

 

TEGAL METROSELEBES.COM - Koperasi Desa menjadi kunci kemandirian ekonomi rakyat di daerah.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Koperasi, yang juga menjabat sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih, Ferry Juliantono, dalam kuliah umum di Politeknik Harapan Bersama, Tegal, Kamis (20/6/2025).

Ferry Juliantono menekankan bahwa koperasi desa dapat menjadi solusi konkrit bagi daerah untuk mengurangi dominasi tengkulak dan rentenir yang kerap merugikan para pelaku usaha kecil dan menengah.

“Koperasi Desa bukan hanya soal usaha bersama, tetapi juga soal memperkokoh ekonomi rakyat dari bawah,” ujar Wamenkop dalam paparannya.

Baca Juga: Ribuan Warga Turun Tangan, Akurasi Data Bansos Melesat Berkat Aplikasi Cek Bansos

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara Kementerian Koperasi dan Yayasan Pendidikan Harapan Bersama.

Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat koperasi desa dengan memberikan pelatihan, riset, dan pelibatan aktif mahasiswa dalam transformasi koperasi dari pola kerja tradisional ke pola kerja yang lebih modern dan profesional.

Data dari Kementerian Koperasi dan UKM per awal 2024 mencatat terdapat lebih dari 127.000 unit koperasi aktif di Indonesia dengan jumlah anggota yang terus tumbuh hingga lebih dari 27 juta orang.

Baca Juga: Musdesus Jadi Motor Demokrasi Ekonomi, Koperasi Desa Lahir dari Kesepakatan Rakyat

Angka ini mengindikasikan bahwa koperasi bukan hanya sebuah usaha bersama biasa, tetapi juga sebagai motor penggerak pemerataan ekonomi daerah.

Penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga menyebutkan bahwa daerah dengan tingkat keaktifan koperasi tinggi cenderung memiliki tingkat kesenjangan ekonomi yang lebih rendah hingga 12%.

Hal ini menekankan peran strategis koperasi desa dalam pemerataan pembangunan daerah.

Melalui kerja sama dengan Politeknik Harapan Bersama, Wamenkop yakin dapat mendorong munculnya tenaga ahli koperasi dari kalangan akademisi guna membawa koperasi desa menuju era digitalisasi dan teknologi yang lebih matang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X