Israel Klaim Bunuh Komandan Tertinggi Iran, Perang Udara Makin Memanas di Tengah Ketegangan Nuklir

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 18:01 WIB
Sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran berhasil dicegat, terlihat dari Ashkelon, Israel, 21 Juni 2025.  Source FOTO: REUTERS
Sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran berhasil dicegat, terlihat dari Ashkelon, Israel, 21 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

JERUSALEM / ISTANBUL / WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Konflik mematikan antara Israel dan Iran terus meningkat, dengan Israel mengklaim telah menewaskan salah satu komandan tertinggi Iran dalam serangan udara yang semakin intensif. Sementara itu, Iran menegaskan tidak akan bernegosiasi terkait program nuklirnya selama berada di bawah ancaman militer. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (21/06/2025).

Baca Juga: Erdogan: Serangan Israel ke Iran Bertujuan Gagalkan Negosiasi Nuklir

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Saeed Izadi—komandan senior Pasukan Quds Garda Revolusi Iran yang memimpin Korps Palestina—tewas dalam serangan udara terhadap sebuah apartemen di kota suci Qom, Iran. Izadi dikenal sebagai sosok penting dalam mendanai dan mempersenjatai Hamas sebelum serangan besar kelompok tersebut terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu perang di Gaza.

 

Katz menyebut kematian Izadi sebagai “prestasi besar bagi intelijen Israel dan Angkatan Udara,” memperkuat klaim bahwa operasi militer mereka secara langsung menargetkan jaringan strategis Iran di luar negeri.

 

Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa serangan udara Israel di Qom telah menewaskan seorang remaja berusia 16 tahun dan melukai dua orang lainnya. Namun, tidak ada penyebutan langsung mengenai Izadi dalam laporan resmi Iran, meskipun ia tercantum dalam daftar sanksi AS dan Inggris.

Baca Juga: Merdeka di Lintasan Dunia: Tim Para Atletik Indonesia Borong 17 Medali di Tunisia

Korban Tewas Terus Bertambah. Menurut kantor berita Nour News yang dikelola negara, setidaknya 430 orang telah tewas dan 3.500 lainnya terluka di Iran sejak Israel memulai serangan udaranya pada 13 Juni. Sementara itu, serangan rudal balasan dari Iran telah menewaskan 24 warga sipil di Israel, menjadikan konflik ini sebagai yang terburuk dalam sejarah permusuhan kedua negara.

 

Laporan dari Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS menyebutkan bahwa jumlah korban tewas di Iran bahkan lebih tinggi, mencapai 639 jiwa, termasuk sejumlah ilmuwan nuklir dan petinggi militer.

 

Israel juga mengklaim telah menewaskan komandan kedua Pasukan Quds, Benham Shariyari, dalam serangan malam hari yang terpisah. Selain itu, Nour News merilis daftar 15 perwira dan tentara pertahanan udara Iran yang dikabarkan gugur dalam konflik ini.

Baca Juga: Indonesia Tekankan Diplomasi Kemandirian dan Perdamaian Global di Forum Ekonomi Rusia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X