SAINT PETERSBURG, METROSELEBES.COM – Sebuah kehormatan besar bagi Indonesia saat Presiden RI Prabowo Subianto didaulat menjadi pembicara utama dalam pembukaan St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025.
Forum prestisius SPIEF 2025 secara resmi dibuka oleh Presiden Federasi Rusia, Yang Mulia Vladimir Putin ini, menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk menyampaikan komitmennya dalam memperkuat diplomasi kemandirian dan peran aktif dalam perdamaian global.
Dalam pidatonya, Presiden RI menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang bebas aktif dan konsisten memperjuangkan kemandirian nasional di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.
Indonesia, kata Presiden, akan terus memperkuat kemitraan strategis lintas negara demi menciptakan stabilitas dan kesejahteraan jangka panjang.
“Kita tidak ingin bergantung, tapi bersahabat. Kita membangun kerja sama strategis atas dasar kesetaraan dan kepentingan bersama,” ujar Presiden dalam forum internasional yang dihadiri oleh para pemimpin dunia, ekonom, dan pelaku bisnis global tersebut.
Forum SPIEF merupakan platform tahunan bergengsi yang mempertemukan tokoh-tokoh utama ekonomi dunia.
Dalam edisi 2025 ini, isu krisis pangan, perubahan iklim, dan ketimpangan global menjadi sorotan utama.
Baca Juga: Ledakan Mainan Anak Indonesia: Ekspor Rp11 Miliar Guncang Pasar Amerika!
Kehadiran Indonesia sebagai pembicara utama memperkuat posisi negara ini dalam percaturan global, menyuarakan prinsip-prinsip diplomasi kemandirian dan kolaborasi lintas batas untuk masa depan bersama.
Presiden juga menekankan pentingnya peran negara dalam menjamin kehidupan rakyat yang terbebas dari kelaparan, kemiskinan, serta memperkuat daya saing global.
Indonesia disebut akan terus menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian dan mendorong kolaborasi antarnegara untuk menciptakan kemakmuran yang damai, adil, dan sejahtera.
Sebagai informasi tambahan, berdasarkan data dari Global Peace Index 2024, Indonesia menempati peringkat ke-44 dari 163 negara, mencerminkan peningkatan komitmen terhadap stabilitas nasional dan regional.
Artikel Terkait
Dari Teras Rumah ke Era Digital: UMKM Desa Kini Tampil dengan Strategi Jualan Modern
Diplomasi Didesak, Sementara Trump Pertimbangkan Aksi Militer di Tengah Perang Udara Iran-Israel
Rusia Gaet Indonesia Bangun Proyek Nuklir, Prabowo Dilirik Putin untuk Kolaborasi Strategis
NFA-KPK Pacu SPI 2025, Perkuat Budaya Antikorupsi Lewat Tata Kelola Transparan
Musdesus Jadi Motor Demokrasi Ekonomi, Koperasi Desa Lahir dari Kesepakatan Rakyat
Ribuan Warga Turun Tangan, Akurasi Data Bansos Melesat Berkat Aplikasi Cek Bansos
Koperasi Desa Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi: Wamenkop Dorong Kolaborasi dengan Politeknik Harapan Bersama
Kopersi Desa Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi Nasional, Menkop Dorong Kolaborasi Akademisi dan Mahasiswa
Ledakan Mainan Anak Indonesia: Ekspor Rp11 Miliar Guncang Pasar Amerika!
KAPTI-Agraria 2025–2028 Dikukuhkan, Nusron Wahid: “Kritik dari Alumni Penting untuk Inovasi Layanan ATR/BPN”