Bansos Ditebal, Daya Beli Keluarga Meningkat: Strategi Baru Kemensos di Tengah Tekanan Ekonomi

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 10:56 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan bahwa penyaluran tambahan bantuan sosial (bansos) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) akan dimulai pada Juni 2025.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan bahwa penyaluran tambahan bantuan sosial (bansos) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) akan dimulai pada Juni 2025.

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Penebalan bansos resmi diumumkan! Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan bahwa penyaluran tambahan bantuan sosial (bansos) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) akan dimulai pada Juni 2025.

Kebijakan ini bertujuan memperkuat daya beli keluarga di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi masyarakat lapisan bawah.

Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (18/06), Gus Ipul menyampaikan bahwa proses penyaluran bansos akan dilakukan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Indonesia Tekankan Diplomasi Kemandirian dan Perdamaian Global di Forum Ekonomi Rusia

Pemerintah saat ini masih menyelesaikan koordinasi teknis lanjutan dengan bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang menjadi mitra resmi dalam proses distribusi bansos.

“Ini adalah bagian dari langkah afirmatif pemerintah untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan dari tekanan harga pangan dan kebutuhan pokok,” ungkap Gus Ipul.

Kebijakan penebalan bansos ini menjadi bagian dari respon Kementerian Sosial terhadap berbagai laporan dan data terbaru yang menunjukkan meningkatnya kebutuhan bantuan pangan masyarakat.

Baca Juga: KAPTI-Agraria 2025–2028 Dikukuhkan, Nusron Wahid: “Kritik dari Alumni Penting untuk Inovasi Layanan ATR/BPN”

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks harga konsumen (IHK) pada Mei 2025 naik sebesar 0,22 persen, dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan strategis seperti beras, gula, dan daging ayam.

Sebelumnya, BPNT disalurkan dalam bentuk saldo senilai Rp200.000 per bulan. Dengan penebalan ini, jumlah bantuan bisa meningkat hingga 50 persen, tergantung pada kebijakan teknis yang akan diumumkan resmi oleh Kemensos setelah koordinasi selesai dilakukan.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan perlindungan sosial sebagai instrumen utama dalam menstabilkan konsumsi rumah tangga dan menjaga ekonomi nasional dari potensi perlambatan.

Baca Juga: Ledakan Mainan Anak Indonesia: Ekspor Rp11 Miliar Guncang Pasar Amerika!

Kemensos juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi dan tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan bantuan dengan imbalan tertentu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X