MADRID/LONDON,METROSELEBES.COM-Uni Eropa dan Inggris akhirnya mencapai kesepakatan penting terkait status wilayah seberang laut Gibraltar yang telah lama menjadi sumber ketegangan pasca-Brexit. Kesepakatan ini dipandang sebagai terobosan besar yang mempermudah lalu lintas di perbatasan Gibraltar–Spanyol dan mengakhiri ketidakpastian politik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Seperti dikutip dari Reuters pada Kami (12/06/2025).
Baca Juga: Tangis Galang Viral, Bocah di Tojo Una-Una Diminta Berhenti Sekolah oleh Ayahnya Sendiri
Gibraltar, wilayah kecil yang terletak di ujung selatan Spanyol dan berada di bawah kekuasaan Inggris sejak abad ke-18, telah menjadi titik panas dalam negosiasi antara London dan Brussels sejak referendum Brexit tahun 2016. Meskipun Inggris resmi keluar dari Uni Eropa pada tahun 2020, status Gibraltar dan pengaturan perbatasannya dengan Spanyol belum juga disepakati hingga kini.
Dalam kesepakatan yang diumumkan pada Rabu, penduduk Gibraltar kini dapat melintasi perbatasan hanya dengan kartu residensi tanpa perlu mencap paspor mereka. Warga Spanyol juga dapat menyeberang menggunakan kartu identitas nasional mereka. Sebelumnya, ketegangan politik kerap memicu diberlakukannya kembali pemeriksaan paspor yang menyebabkan antrean panjang bagi sekitar 15.000 pekerja lintas batas setiap harinya.
Sebagai bagian dari pengaturan baru, penumpang yang tiba di bandara Gibraltar akan menunjukkan paspor mereka kepada petugas perbatasan dari Gibraltar dan Spanyol. Sistem ini akan meniru model yang diterapkan di Stasiun St. Pancras, London, tempat polisi Prancis melakukan pemeriksaan bagi penumpang Eurostar menuju daratan Eropa.
Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan bahwa kesepakatan ini bertujuan menghindari pemeriksaan ketat dan antrean panjang yang memberatkan. “Kami telah mencapai kesepakatan yang melindungi kedaulatan Inggris, mendukung ekonomi Gibraltar, dan memberikan kepastian jangka panjang bagi dunia usaha,” ujar Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy.
Sementara itu, Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, menyambut baik kesepakatan ini dan menyebutnya sebagai “penghapusan pagar terakhir di Eropa”. Ia merujuk pada perjanjian ini sebagai langkah penting menuju integrasi kawasan dan stabilitas di wilayah perbatasan.
Salah satu poin sensitif dalam negosiasi adalah peran otoritas Spanyol dalam melakukan pemeriksaan imigrasi untuk kawasan Schengen — zona bebas visa yang tidak diikuti oleh Inggris. Namun, kesepakatan terbaru ini tampaknya berhasil menjembatani perbedaan tersebut.
Artikel Terkait
Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana di Balik Izin Tambang Nikel Raja Ampat
Nadiem Makarim Buka Suara Soal Skandal Chromebook Rp9,9 Triliun: Siap Diperiksa dan Klarifikasi
Kejagung Periksa 13 Saksi Dugaan Korupsi Kredit Sritex: Dirut Sritex hingga Petinggi Bank BJB Dipanggil
Ahok Penuhi Panggilan Bareskrim Terkait Skandal Korupsi Lahan Rusun Cengkareng
BP Haji Ungkap Kronologi Munculnya Isu Pemangkasan 50 Persen Kuota Haji 2026, Singgung Kinerja Kemenag
Pencairan Penebalan Bantuan Sosial (bansos) mulai Juni 2025
SPMB Tanpa Diskriminasi, Komitmen Nasional Demi Pendidikan Adil 2025/2026
Kopdes Merah Putih Jadi Senjata Ampuh Lawan Rentenir dan Pinjaman Online Ilegal
Tangis Galang Viral, Bocah di Tojo Una-Una Diminta Berhenti Sekolah oleh Ayahnya Sendiri
RAPBN 2026: Wajah Masa Depan Indonesia, Fraksi-Fraksi DPR Diminta Lebih Kritis dan Visioner