Kesepakatan Bersejarah Uni Eropa dan Inggris Permudah Perlintasan Perbatasan Gibraltar

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 12 Juni 2025 | 14:58 WIB
Para pejalan kaki berjalan di dekat perbatasan Spanyol dengan Gibraltar, di depan Batu Gibraltar, di La Línea de la Concepción, Spanyol, pada 25 Oktober 2024. Source FOTO: REUTERS
Para pejalan kaki berjalan di dekat perbatasan Spanyol dengan Gibraltar, di depan Batu Gibraltar, di La Línea de la Concepción, Spanyol, pada 25 Oktober 2024. Source FOTO: REUTERS

MADRID/LONDON,METROSELEBES.COM-Uni Eropa dan Inggris akhirnya mencapai kesepakatan penting terkait status wilayah seberang laut Gibraltar yang telah lama menjadi sumber ketegangan pasca-Brexit. Kesepakatan ini dipandang sebagai terobosan besar yang mempermudah lalu lintas di perbatasan Gibraltar–Spanyol dan mengakhiri ketidakpastian politik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Seperti dikutip dari Reuters pada Kami (12/06/2025).

Baca Juga: Tangis Galang Viral, Bocah di Tojo Una-Una Diminta Berhenti Sekolah oleh Ayahnya Sendiri

Gibraltar, wilayah kecil yang terletak di ujung selatan Spanyol dan berada di bawah kekuasaan Inggris sejak abad ke-18, telah menjadi titik panas dalam negosiasi antara London dan Brussels sejak referendum Brexit tahun 2016. Meskipun Inggris resmi keluar dari Uni Eropa pada tahun 2020, status Gibraltar dan pengaturan perbatasannya dengan Spanyol belum juga disepakati hingga kini.

 

Dalam kesepakatan yang diumumkan pada Rabu, penduduk Gibraltar kini dapat melintasi perbatasan hanya dengan kartu residensi tanpa perlu mencap paspor mereka. Warga Spanyol juga dapat menyeberang menggunakan kartu identitas nasional mereka. Sebelumnya, ketegangan politik kerap memicu diberlakukannya kembali pemeriksaan paspor yang menyebabkan antrean panjang bagi sekitar 15.000 pekerja lintas batas setiap harinya.

 

Sebagai bagian dari pengaturan baru, penumpang yang tiba di bandara Gibraltar akan menunjukkan paspor mereka kepada petugas perbatasan dari Gibraltar dan Spanyol. Sistem ini akan meniru model yang diterapkan di Stasiun St. Pancras, London, tempat polisi Prancis melakukan pemeriksaan bagi penumpang Eurostar menuju daratan Eropa.

Baca Juga: BP Haji Ungkap Kronologi Munculnya Isu Pemangkasan 50 Persen Kuota Haji 2026, Singgung Kinerja Kemenag

Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan bahwa kesepakatan ini bertujuan menghindari pemeriksaan ketat dan antrean panjang yang memberatkan. “Kami telah mencapai kesepakatan yang melindungi kedaulatan Inggris, mendukung ekonomi Gibraltar, dan memberikan kepastian jangka panjang bagi dunia usaha,” ujar Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy.

 

Sementara itu, Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, menyambut baik kesepakatan ini dan menyebutnya sebagai “penghapusan pagar terakhir di Eropa”. Ia merujuk pada perjanjian ini sebagai langkah penting menuju integrasi kawasan dan stabilitas di wilayah perbatasan.

Baca Juga: Kejagung Periksa 13 Saksi Dugaan Korupsi Kredit Sritex: Dirut Sritex hingga Petinggi Bank BJB Dipanggil

Salah satu poin sensitif dalam negosiasi adalah peran otoritas Spanyol dalam melakukan pemeriksaan imigrasi untuk kawasan Schengen — zona bebas visa yang tidak diikuti oleh Inggris. Namun, kesepakatan terbaru ini tampaknya berhasil menjembatani perbedaan tersebut.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X