Inti berita:
• Kesalahpahaman warga yang mengira akan terjadi penggusuran memicu bentrokan saat proses konstatering sengketa lahan di Kompleks Aditarina, Manggala, Makassar.
• Aksi blokade jalan dan kericuhan berakhir setelah aparat melakukan pengamanan, sementara pihak keamanan menegaskan kegiatan tersebut hanya pencocokan batas lahan, bukan eksekusi.
MetroSelebes.com, MAKASSAR - Langit pagi di kawasan Kompleks Aditarina, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Makassar, Selasa (21/7/2026), berubah tegang ketika ratusan warga memenuhi ruas jalan. Kekhawatiran bahwa akan terjadi penggusuran memicu penolakan, meski agenda yang dijadwalkan pihak berwenang disebut hanya berupa konstatering atau pencocokan batas objek sengketa lahan.
Ketegangan dengan cepat meningkat setelah sebagian warga melakukan aksi blokade di akses menuju Jalan Borong Raya. Dampaknya, arus lalu lintas dari arah Borong, Antang, hingga Manggala sempat lumpuh total. Kondisi tersebut memaksa aparat keamanan melakukan pengaturan lalu lintas sekaligus berupaya membuka kembali akses jalan yang tertutup.
Di tengah situasi yang memanas, sejumlah massa dilaporkan melempar batu dan menyalakan petasan ke arah aparat yang mengawal jalannya proses. Polisi yang berada di lokasi kemudian mengambil langkah pengamanan dengan mengerahkan kendaraan taktis dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa setelah situasi dinilai semakin tidak kondusif.
Salah seorang personel keamanan di lokasi menegaskan bahwa agenda yang berlangsung bukanlah eksekusi lahan. Menurutnya, masyarakat diduga salah memahami tahapan proses hukum sehingga menganggap akan terjadi pengosongan lahan pada hari itu.
Baca juga: Sengketa Aset Pemprov Sulsel Tak Kunjung Tuntas, DPRD Turun Tangan Kejar Kepastian Hukum
"Masyarakat mengira hari ini ada penggusuran atau eksekusi lahan seperti kejadian tahun lalu. Padahal agenda hari ini hanya konstatering atau pencocokan batas tanah secara hukum, belum ada tindakan pengosongan fisik lahan," ujar salah satu personel keamanan di lokasi.
Di sisi lain, penolakan warga menunjukkan masih adanya kekhawatiran terhadap dampak sengketa lahan yang berlangsung. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari perwakilan warga terkait alasan detail aksi penolakan tersebut, sementara aparat tetap berjaga untuk memastikan situasi kembali aman dan mencegah bentrokan susulan.
Baca juga: Bantuan Sapi 2009 Kembali Jadi Sorotan, Sengketa Pembagian Ternak di Kajang Belum Temui Titik Terang
Menjelang siang, kondisi di sekitar lokasi mulai berangsur terkendali meski kepadatan kendaraan masih terjadi akibat dampak pemblokiran jalan. Pengguna jalan yang hendak melintasi kawasan Borong, Antang, dan Manggala diimbau memilih jalur alternatif sampai arus lalu lintas benar-benar kembali normal, sementara proses penanganan situasi dan tahapan sengketa lahan terus berlangsung sesuai prosedur hukum.(*)
Artikel Terkait
Tangis Penyintas KM Nurul Salsa Pecah: Terpaksa Lepaskan Tiga Jasad Rekan ke Laut Demi Bertahan Hidup
Bantuan Sapi 2009 Kembali Jadi Sorotan, Sengketa Pembagian Ternak di Kajang Belum Temui Titik Terang
Terjerat Judol, Tiga Oknum Satpam PT Semen Tonasa Diduga Curi Kabel 2 Kilometer, Kerugian Perusahaan Tembus Rp1 Miliar
Sengketa Aset Pemprov Sulsel Tak Kunjung Tuntas, DPRD Turun Tangan Kejar Kepastian Hukum
173 Siswa Bintara Mulai Digembleng di SPN Polda Sulsel, Kapolda Tekankan Integritas dan Profesionalisme