Tangis Galang Viral, Bocah di Tojo Una-Una Diminta Berhenti Sekolah oleh Ayahnya Sendiri

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Kamis, 12 Juni 2025 | 13:43 WIB
Tangkapan layar video galang yang sedang menangi.  (Foto : Tangkapan video)
Tangkapan layar video galang yang sedang menangi. (Foto : Tangkapan video)

TOJO UNA-UNA, METROSELEBES.COM – Sebuah video berdurasi 37 detik viral di media sosial, memperlihatkan seorang bocah laki-laki bernama Galang menangis histeris setelah diminta berhenti sekolah oleh orang yang paling ia cintai yakni ayahnya sendiri.

Dalam video yang beredar luas itu, Galang terlihat tak kuasa menahan tangis. Suaranya pecah, tubuhnya bergetar, saat ayahnya menyampaikan keputusan yang membuat hatinya runtuh. Bukan karena tidak ingin sekolah, tapi karena tak ada lagi biaya untuk membiayai pendidikan anaknya.

Baca Juga: Banyak Konsumsi Daging Kurban? Ini 4 Makanan Penetral yang Disarankan

"Mulai hari ini, berhenti sekolah ya, papa bilang berhenti. Tidak uang papa baongokos ngana lagi, tidak ada. Cuma bikin baku salah, karena tiap hari orang mau buli ngana. Pokoknya berhenti sekolah, papa juga sakit begini, eh sabar saja," ujar sang ayah dalam video tersebut.

Kata-kata itu terdengar pahit. Namun yang lebih memilukan adalah jawaban Galang, yang meronta dalam kesedihan mendalam.

“Mau gila saja saya, biar saja saya gila, biar saja gila saya,” ucap Galang lirih, menyayat hati siapa saja yang mendengarnya.

Galang diketahui tinggal di sebuah dusun terpencil di Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Ia merupakan murid kelas di SDN 2 Wakai.

Baca Juga: 5 Bahan Dapur yang Bikin Daging Kurban Lebih Empuk, Mudah Didapat dan Praktis Digunakan

Namun nasib malang menyertainya. Pakaian sekolahnya yang lusuh dan pudar membuatnya sering jadi sasaran perundungan teman-temannya.

Alih-alih mendapat semangat untuk terus belajar, ia justru harus menerima kenyataan pahit: berhenti sekolah karena ayahnya tak mampu lagi membiayainya, ditambah kondisi kesehatan sang ayah yang memburuk.

Kisah Galang menjadi potret buram realitas pendidikan di pelosok negeri. Di saat sebagian anak-anak di kota besar bebas menggapai mimpi, masih banyak anak seperti Galang yang harus memendam cita-cita karena tekanan ekonomi dan ketidakadilan sosial.

Baca Juga: Wagub Sulteng Apresiasi GIZ: Kakao dan Kopi Lokal Kian Mendunia Berkat Kolaborasi Global

Video ini memantik keprihatinan banyak pihak. Tak sedikit warganet yang mengaku menangis setelah menyaksikan cuplikan tersebut.

Banyak pula yang berharap pemerintah dan para dermawan bisa segera turun tangan, agar Galang bisa kembali ke bangku sekolah dan menjalani masa kecilnya sebagaimana mestinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X