Sidang Pemakzulan Sara Duterte Dimulai: Masa Depan Politik Filipina di Titik Kritis

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 10 Juni 2025 | 16:15 WIB
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte menghadiri penyelidikan legislatif terkait penggunaan dana publik oleh kantornya, di Dewan Perwakilan Rakyat, di Kota Quezon, Filipina, pada 25 November 2024. Source FOTO: REUTERS
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte menghadiri penyelidikan legislatif terkait penggunaan dana publik oleh kantornya, di Dewan Perwakilan Rakyat, di Kota Quezon, Filipina, pada 25 November 2024. Source FOTO: REUTERS

MANILA,KETROSELEBES.COM-Para senator Filipina tengah bersiap untuk mengucap sumpah sebagai juri dalam sidang pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte yang akan dimulai Rabu ini. Sidang ini diprediksi menjadi salah satu momen paling menentukan dalam lanskap politik Filipina modern, dengan potensi menjatuhkan sosok yang digadang-gadang menjadi kandidat kuat presiden 2028. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (10/06/2025).

Baca Juga: Sekkot Kota Palu Hadiri Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri Bersama Menteri P2MI

Sara Duterte, 47 tahun, resmi dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat pada Februari lalu atas dugaan pelanggaran berat, pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, dan penyalahgunaan wewenang. Jika terbukti bersalah oleh dua pertiga anggota Senat, ia akan dilarang seumur hidup untuk menduduki jabatan publik — pukulan telak bagi ambisi politiknya.

 

“Dakwaan ini tidak berdasar. Kami siap untuk membantah seluruh tuduhan dan mengungkap kebenaran,” ujar kantor Wakil Presiden dalam pernyataan resmi pada Selasa (10/6).

Baca Juga: Eks Menteri Kelautan Era SBY Jadi Sosok di Balik Izin Tambang PT KSM yang Dicabut Prabowo

Tuduhan terhadap Duterte meliputi penyimpangan anggaran, akumulasi kekayaan yang mencurigakan, serta dugaan ancaman terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr, istrinya, dan Ketua DPR. Sidang akan dipimpin oleh Ketua Senat, sementara 22 senator lainnya bertindak sebagai juri.

 

Sidang ini menjadi panggung penting yang tidak hanya akan menentukan nasib politik Sara Duterte, tetapi juga masa depan Presiden Marcos Jr, yang diperkirakan tengah menyiapkan calon penerus untuk memastikan kelanjutan pengaruh politiknya usai masa jabatan tunggalnya berakhir pada 2028. Meski Marcos berusaha menjaga jarak dari proses pemakzulan, faktanya mayoritas pendukung di parlemen berasal dari koalisinya sendiri.

 

Hubungan Duterte dan Marcos memburuk sejak kemenangan bersama dalam pemilu 2022. Konflik politik ini mencapai puncaknya setelah penangkapan dan penyerahan ayah Duterte, mantan Presiden Rodrigo Duterte, ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas ribuan kematian dalam “perang melawan narkoba” saat masa pemerintahannya 2016–2022.

Baca Juga: Izin Tambang PT Gag Nikel di Raja Ampat Tak Dicabut, Bahlil Klaim Aman dan Sesuai Amdal

Meskipun menghadapi tekanan berat, kubu Duterte menunjukkan kekuatan dalam pemilu paruh waktu bulan lalu, dengan performa kuat dari para sekutunya. Hal ini memperlihatkan bahwa pengaruh politik keluarga Duterte belum surut.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X