Terkait Dugaan Korupsi Laptop Rp9,9 Triliun, Nadiem Makarim Siap Kooperatif dan Tegaskan Sikap Antikorupsi

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Selasa, 10 Juni 2025 | 15:09 WIB
Mantan Mendikbudristek, Nadeim Makarim.  (Foto : lldikti13.kemdikbud.go.id)
Mantan Mendikbudristek, Nadeim Makarim. (Foto : lldikti13.kemdikbud.go.id)

JAKARTA, METROSELEBES.COM — Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, akhirnya angkat bicara terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9,9 triliun yang tengah diselidiki Kejaksaan Agung.

Kasus ini mencuat setelah aparat penegak hukum mengendus adanya dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan perangkat teknologi pendidikan yang berlangsung pada periode 2019 hingga 2022.

Baca Juga: Bambang Hariyanto Lepas Jabatan Kajati Sulteng, Lanjutkan Tugas di Kejaksaan Agung

Proyek tersebut diketahui masuk dalam program digitalisasi sekolah yang kala itu menjadi salah satu prioritas Kementerian Pendidikan di bawah kepemimpinan Nadiem.

Dalam konferensi pers pada Selasa (10/6/2025), Nadiem menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan mendukung penuh proses hukum yang tengah berjalan.

“Saya menghormati dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang berlangsung,” tegas Nadiem.

Ia juga menyampaikan kesiapannya untuk memberikan keterangan apabila diminta oleh aparat penegak hukum. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas merupakan prinsip yang selalu ia junjung selama menjabat sebagai menteri.

“Saya siap bekerja sama dan mendukung aparat penegak hukum dengan memberikan keterangan,” ujarnya.

Baca Juga: Jaga Transparansi dan Akuntabilitas, Kemenkop Gandeng Kejaksaan Agung Kawal Program Kopdes/Kel Merah Putih

Nadiem menekankan bahwa penting bagi proses hukum untuk berjalan secara objektif dan mampu memilah antara kebijakan yang dijalankan dengan niat baik dan potensi penyimpangan yang mungkin terjadi di lapangan.

“Saya percaya proses hukum yang adil akan dapat memilah antara kebijakan mana yang dijalankan dengan itikad baik dan yang berpotensi menyimpang,” tambahnya.

Ia juga membantah keras jika ada anggapan bahwa dirinya mentoleransi praktik korupsi dalam bentuk apa pun.

“Saya tidak pernah menoleransi praktik korupsi dalam bentuk apapun,” tegas pendiri Gojek itu.

Baca Juga: Sebanyak 784 Calon Mahasiswa Baru Ikuti SSE UMPTKIN di UIN Datokarama Palu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X