Tekanan Deflasi Makin Dalam, Ekonomi China Tertekan Perang Dagang dan Krisis Properti

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 9 Juni 2025 | 19:53 WIB
Orang-orang berbelanja di Gedung Komersial Fuyoumen di Shanghai, Tiongkok, pada 16 April 2025. Source FOTO: REUTERS
Orang-orang berbelanja di Gedung Komersial Fuyoumen di Shanghai, Tiongkok, pada 16 April 2025. Source FOTO: REUTERS

Namun secara bulanan, CPI mengalami penurunan 0,2% setelah naik 0,1% pada April, sesuai dengan prediksi para ekonom. Perlambatan konsumsi ritel dan stagnasi harga rumah baru menjadi cerminan lemahnya permintaan domestik, meskipun pemerintah telah menggulirkan berbagai kebijakan stimulus dalam beberapa bulan terakhir.

 

Satu-satunya titik terang datang dari inflasi inti — yang tidak memasukkan harga makanan dan energi yang bergejolak — yang naik tipis sebesar 0,6% secara tahunan, naik dari 0,5% pada April. Namun menurut Zichun Huang, Ekonom China di Capital Economics, angka ini masih rapuh.

Baca Juga: Visa Aktif Tapi Dideportasi: Ironi Calon Haji Indonesia di Tanah Suci

"Kami masih memperkirakan kelebihan kapasitas produksi yang terus berlangsung akan menahan China dalam situasi deflasi baik tahun ini maupun tahun depan," ujar Huang.

 

Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi China belum keluar dari tekanan, dengan tantangan domestik dan eksternal yang masih membayangi dan menuntut respons kebijakan yang lebih agresif dari pemerintah Beijing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X