JAKARTA, METROSELEBES.COM – Peristiwa menyedihkan menimpa Heri Risdiyanto Warimi, calon jemaah haji asal Indonesia yang mengalami deportasi dari Arab Saudi meskipun telah mengantongi visa resmi dan memenuhi seluruh syarat keberangkatan haji.
Kejadian ini menjadi sorotan publik dan anggota DPR RI, terutama terkait lemahnya sistem dan perlindungan negara dalam urusan keberangkatan ibadah haji.
Ironi ini bermula ketika Heri berangkat dari Bandara Kertajati menuju Jeddah pada Jumat, 30 Mei 2025, bersama istri dan orang tuanya.
Baca Juga: Langkah Hijau Menhan: Misi Biodiesel Sawit untuk Ketahanan Energi Dimulai dari Papua Selatan
Sesampainya di Jeddah, ia ditahan oleh otoritas imigrasi karena visanya disebut tidak terdeteksi, meski sebelumnya telah aktif sejak 6 Mei 2025.
Tanpa adanya pemberitahuan pembatalan visa, Heri akhirnya ditolak masuk hotel, gagal berangkat haji, dan dipulangkan sendirian ke Indonesia hanya dengan mengenakan kain ihram, tanpa koper maupun barang pribadi.
Anggota Timwas Haji DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyatakan bahwa insiden ini merupakan kegagalan sinkronisasi data antara sistem Indonesia dengan sistem imigrasi Arab Saudi.
Baca Juga: Palestina sebagai Warisan Tauhid: Tamsil Linrung Tegaskan Determinasi Iman dan Jejak Nabi Ibrahim
Fikri Faqih menilai lemahnya perlindungan negara dan buruknya sistem tata kelola menjadi akar persoalan utama.
Menurutnya, pembenahan sistem dan perlindungan jemaah adalah dua solusi mendesak yang harus dilakukan.
Fikri mendesak adanya reformasi sistem, termasuk sinkronisasi total antara SISKOHAT (Sistem Penyelenggaraan Haji Indonesia) dengan sistem imigrasi Arab Saudi, khususnya platform terbaru mereka, Massar Nusuk.
Sinkronisasi ini diharapkan menjadi validasi tunggal data agar kejadian seperti yang menimpa Heri tak terulang.
Baca Juga: Ribuan Daging Kurban Disalurkan ATR/BPN: Keteladanan Kurban dari Birokrasi untuk Negeri
Artikel Terkait
Iran Kecam Keras Larangan Bepergian AS: Bentuk Permusuhan Mendalam terhadap Iran dan Muslim
Mereda Setelah Memanas: Thailand dan Kamboja Sepakat Mundur ke Posisi Semula di Tengah Ketegangan Perbatasan
Sekolah Lontara: Menjaga Akar, Merangkai Masa Depan Budaya Bugis-Makassar
Upaya Pembunuhan Menggemparkan Kolombia: Senator Miguel Uribe Kritis Usai Ditembak dalam Acara Kampanye
Bendungan Mbay, Solusi Strategis Reduksi Banjir dan Ketahanan Pangan NTT
Rompi Api Sinergi: Sri Mulyani & Sjafrie Jaga Garis Depan Keuangan dan Pertahanan di Nduga
Dapur MBG Padang Pariaman Siap Penuhi 3.500 Porsi per Hari, Andalan Baru Ketahanan Gizi Nasional
Ribuan Daging Kurban Disalurkan ATR/BPN: Keteladanan Kurban dari Birokrasi untuk Negeri
Palestina sebagai Warisan Tauhid: Tamsil Linrung Tegaskan Determinasi Iman dan Jejak Nabi Ibrahim
Langkah Hijau Menhan: Misi Biodiesel Sawit untuk Ketahanan Energi Dimulai dari Papua Selatan