Visa Aktif Tapi Dideportasi: Ironi Calon Haji Indonesia di Tanah Suci

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Minggu, 8 Juni 2025 | 22:58 WIB
Peristiwa menyedihkan menimpa Heri Risdiyanto Warimi, calon jemaah haji asal Indonesia yang mengalami deportasi dari Arab Saudi meskipun telah mengantongi visa resmi dan memenuhi seluruh syarat keberangkatan haji. (Instagram dpr.ri)
Peristiwa menyedihkan menimpa Heri Risdiyanto Warimi, calon jemaah haji asal Indonesia yang mengalami deportasi dari Arab Saudi meskipun telah mengantongi visa resmi dan memenuhi seluruh syarat keberangkatan haji. (Instagram dpr.ri)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Peristiwa menyedihkan menimpa Heri Risdiyanto Warimi, calon jemaah haji asal Indonesia yang mengalami deportasi dari Arab Saudi meskipun telah mengantongi visa resmi dan memenuhi seluruh syarat keberangkatan haji.

Kejadian ini menjadi sorotan publik dan anggota DPR RI, terutama terkait lemahnya sistem dan perlindungan negara dalam urusan keberangkatan ibadah haji.

Ironi ini bermula ketika Heri berangkat dari Bandara Kertajati menuju Jeddah pada Jumat, 30 Mei 2025, bersama istri dan orang tuanya.

Baca Juga: Langkah Hijau Menhan: Misi Biodiesel Sawit untuk Ketahanan Energi Dimulai dari Papua Selatan

Sesampainya di Jeddah, ia ditahan oleh otoritas imigrasi karena visanya disebut tidak terdeteksi, meski sebelumnya telah aktif sejak 6 Mei 2025.

Tanpa adanya pemberitahuan pembatalan visa, Heri akhirnya ditolak masuk hotel, gagal berangkat haji, dan dipulangkan sendirian ke Indonesia hanya dengan mengenakan kain ihram, tanpa koper maupun barang pribadi.

Anggota Timwas Haji DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyatakan bahwa insiden ini merupakan kegagalan sinkronisasi data antara sistem Indonesia dengan sistem imigrasi Arab Saudi.

Baca Juga: Palestina sebagai Warisan Tauhid: Tamsil Linrung Tegaskan Determinasi Iman dan Jejak Nabi Ibrahim

Fikri Faqih menilai lemahnya perlindungan negara dan buruknya sistem tata kelola menjadi akar persoalan utama.

Menurutnya, pembenahan sistem dan perlindungan jemaah adalah dua solusi mendesak yang harus dilakukan.

Fikri mendesak adanya reformasi sistem, termasuk sinkronisasi total antara SISKOHAT (Sistem Penyelenggaraan Haji Indonesia) dengan sistem imigrasi Arab Saudi, khususnya platform terbaru mereka, Massar Nusuk.

Sinkronisasi ini diharapkan menjadi validasi tunggal data agar kejadian seperti yang menimpa Heri tak terulang.

Baca Juga: Ribuan Daging Kurban Disalurkan ATR/BPN: Keteladanan Kurban dari Birokrasi untuk Negeri

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X