Kapal Induk China Liaoning Lintasi Timur Iwo Jima, Jepang Tingkatkan Pengawasan

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 9 Juni 2025 | 19:43 WIB
Kapal induk China, Liaoning, meninggalkan Hong Kong, China, pada 11 Juli 2017. Source FOTO: REUTERS
Kapal induk China, Liaoning, meninggalkan Hong Kong, China, pada 11 Juli 2017. Source FOTO: REUTERS

TOKYO,METROSELEBES.COM-Untuk pertama kalinya, kapal induk milik China, Liaoning, berlayar melalui perairan di sebelah timur Pulau Iwo Jima di Samudra Pasifik, menurut pernyataan resmi pemerintah Jepang pada Senin (9/6). Langkah ini memicu reaksi dari Tokyo yang langsung meningkatkan pengawasan dan pengumpulan informasi terkait aktivitas militer Beijing di kawasan tersebut.

Baca Juga: Pengadilan Tunda Sidang Pelanggaran Hukum Pemilu Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung Tanpa Batas Waktu

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi, dalam konferensi pers rutin di Tokyo menyatakan bahwa Jepang telah mengirimkan "pesan yang sesuai" kepada China, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa Jepang akan terus memantau situasi dengan ketat demi menjaga keamanan wilayahnya.

Baca Juga: Inovasi Hilirisasi Pertanian: Kunci Indonesia Jadi Superpower Pangan Dunia

Iwo Jima sendiri terletak sekitar 1.000 kilometer di selatan Tokyo dan memiliki nilai strategis yang tinggi dalam konteks pertahanan maritim Jepang. Menurut pernyataan resmi dari Staf Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang pada akhir pekan lalu, kapal induk Liaoning berlayar bersama beberapa kapal pengawal lainnya di wilayah laut yang masih termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, dekat pulau terpencil Minamitorishima.

 

Lebih lanjut, pada Minggu (8/6), Jepang juga mendeteksi aktivitas pesawat tempur dan helikopter milik China yang lepas landas dan mendarat dari Liaoning di perairan tenggara Iwo Jima.

Baca Juga: Titik Balik Penanggulangan Kemiskinan: Strategi Baru Pemerintah Menyasar Kantong Kemiskinan Terisolasi

Menanggapi kekhawatiran Jepang, Kementerian Luar Negeri China melalui juru bicaranya, Lin Jian, menegaskan bahwa pelayaran Liaoning sepenuhnya sesuai dengan hukum dan praktik internasional. Ia menambahkan bahwa China menganut kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif dan meminta Jepang untuk menanggapi situasi ini secara “objektif dan rasional.”

Baca Juga: Palestina sebagai Warisan Tauhid: Tamsil Linrung Tegaskan Determinasi Iman dan Jejak Nabi Ibrahim

Ketegangan ini menjadi sorotan terbaru dalam dinamika keamanan kawasan Asia Timur, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan aktivitas militer China yang semakin agresif di perairan sekitar Jepang dan Taiwan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X