Kekalahan Telak di Pilpres, Partai Konservatif Korsel Desak Reformasi Total

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 6 Juni 2025 | 19:07 WIB
Pemimpin fraksi Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa di Korea Selatan, Kweon Seong-dong, duduk selama pemungutan suara pemakzulan dalam sesi pleno terhadap Presiden sementara sekaligus Perdana Menteri Korea Selatan, Han Duck-soo. Source FOTO: REUTERS
Pemimpin fraksi Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa di Korea Selatan, Kweon Seong-dong, duduk selama pemungutan suara pemakzulan dalam sesi pleno terhadap Presiden sementara sekaligus Perdana Menteri Korea Selatan, Han Duck-soo. Source FOTO: REUTERS

Lee dikenal sebagai figur anti-feminis yang populer di kalangan pemuda pria, namun juga dicap sebagai simbol polarisasi dalam kubu kanan. Hubungannya yang memburuk dengan Yoon Suk Yeol mengakibatkan pemecatannya dari PPP.

 

Pengamat politik Park Sangbyoung menilai PPP gagal menjangkau pemilih moderat. "Alih-alih menjauh dari sayap kanan ekstrem dan bayang-bayang Yoon, mereka justru memilih kandidat dengan sejarah radikal," ujar Park. Ia menambahkan, kekalahan ini bisa menjadi momen krusial untuk ‘membongkar total’ struktur partai.

 

Bangkit atau Hancur. Sejarah menunjukkan bahwa kelompok konservatif Korea Selatan pernah bangkit dari keterpurukan. Namun, para analis meyakini bahwa tanpa perubahan mendalam, PPP tidak akan mampu menjadi kekuatan penyeimbang bagi pemerintahan Lee Jae-myung.

Baca Juga: Cetak Penalti Penentu Kemenangan, Ole Romeny: Saya Hanya Memikirkan Ibu dan Ayah saya

"Ini bukan sekadar krisis kubu konservatif, tapi kejatuhan PPP karena kepemimpinan yang mementingkan diri sendiri daripada nilai-nilai dasar," tutur profesor ilmu politik Myongji University, Shin Yul.

 

Mantan ketua PPP, Han Dong-hoon, yang juga gagal dalam pencalonan presiden, menekankan pentingnya bekerja sama dengan pemerintah baru dalam bidang ekonomi dan keamanan. Namun ia menegaskan, oposisi terhadap upaya penguasa melemahkan sistem peradilan tetap harus dilakukan.

 

"Kita harus akhiri politik lama dan hadirkan politik yang berpihak pada rakyat," kata Han.

Baca Juga: Trump dan Xi Sepakat Lanjutkan Negosiasi Dagang di Tengah Ketegangan Perdagangan dan Sengketa Mineral

Anggota parlemen Park Jeong-hoon bahkan menyatakan dalam unggahan media sosialnya, “Kita harus membongkar rumah kita sendiri dan membangunnya kembali. Ini bukan lagi soal faksi, tapi soal kelangsungan hidup partai.”

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X