Lee dikenal sebagai figur anti-feminis yang populer di kalangan pemuda pria, namun juga dicap sebagai simbol polarisasi dalam kubu kanan. Hubungannya yang memburuk dengan Yoon Suk Yeol mengakibatkan pemecatannya dari PPP.
Pengamat politik Park Sangbyoung menilai PPP gagal menjangkau pemilih moderat. "Alih-alih menjauh dari sayap kanan ekstrem dan bayang-bayang Yoon, mereka justru memilih kandidat dengan sejarah radikal," ujar Park. Ia menambahkan, kekalahan ini bisa menjadi momen krusial untuk ‘membongkar total’ struktur partai.
Bangkit atau Hancur. Sejarah menunjukkan bahwa kelompok konservatif Korea Selatan pernah bangkit dari keterpurukan. Namun, para analis meyakini bahwa tanpa perubahan mendalam, PPP tidak akan mampu menjadi kekuatan penyeimbang bagi pemerintahan Lee Jae-myung.
Baca Juga: Cetak Penalti Penentu Kemenangan, Ole Romeny: Saya Hanya Memikirkan Ibu dan Ayah saya
"Ini bukan sekadar krisis kubu konservatif, tapi kejatuhan PPP karena kepemimpinan yang mementingkan diri sendiri daripada nilai-nilai dasar," tutur profesor ilmu politik Myongji University, Shin Yul.
Mantan ketua PPP, Han Dong-hoon, yang juga gagal dalam pencalonan presiden, menekankan pentingnya bekerja sama dengan pemerintah baru dalam bidang ekonomi dan keamanan. Namun ia menegaskan, oposisi terhadap upaya penguasa melemahkan sistem peradilan tetap harus dilakukan.
"Kita harus akhiri politik lama dan hadirkan politik yang berpihak pada rakyat," kata Han.
Anggota parlemen Park Jeong-hoon bahkan menyatakan dalam unggahan media sosialnya, “Kita harus membongkar rumah kita sendiri dan membangunnya kembali. Ini bukan lagi soal faksi, tapi soal kelangsungan hidup partai.”
Artikel Terkait
Trump dan Xi Sepakat Lanjutkan Negosiasi Dagang di Tengah Ketegangan Perdagangan dan Sengketa Mineral
Drama 9 Gol! Spanyol Libas Prancis, Lamine Yamal Jadi Pahlawan
Transformasi ASN: 614 PPPK Baru Siap Bekerja Profesional di DPR RI
Durian Parigi Moutong Tembus Pasar Global: Transformasi Buah Lokal Jadi Simbol Ekonomi Daerah
Indonesia Siap Jadi Lumbung Pangan Dunia 2026, Prabowo: Tidak Ada Lagi Impor
Sinergi Strategis Indonesia-Australia Menguat, Pertahanan dan Maritim Jadi Fokus Utama
Cetak Penalti Penentu Kemenangan, Ole Romeny: Saya Hanya Memikirkan Ibu dan Ayah saya
Garuda Mengudara: Indonesia Tembus Round 4 Kualifikasi Piala Dunia Usai Tumbangkan China
Fadli Zon Resmi Pimpin Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan
Pertumbuhan Ekonomi NTB Minus, Mendagri Warning Risiko Stabilitas Nasional