Sinergi Strategis Indonesia-Australia Menguat, Pertahanan dan Maritim Jadi Fokus Utama

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Jumat, 6 Juni 2025 | 08:25 WIB
Presiden Republik Indonesia menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Persemakmuran Australia, Richard Marles (Instagram presidenrepublikindonesia)
Presiden Republik Indonesia menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Persemakmuran Australia, Richard Marles (Instagram presidenrepublikindonesia)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Presiden Republik Indonesia menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Persemakmuran Australia Richard Marles, di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (5/6).

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut atas penguatan sinergi strategis antara Indonesia dan Australia, terutama di bidang pertahanan dan keamanan maritim, yang sebelumnya telah dibahas dalam kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese beberapa pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, kedua negara menegaskan komitmen untuk melanjutkan implementasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang telah ditandatangani pada tahun 2024.

Baca Juga: Indonesia Siap Jadi Lumbung Pangan Dunia 2026, Prabowo: Tidak Ada Lagi Impor

Kesepakatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara angkatan bersenjata Indonesia dan Australia, tidak hanya dalam aspek militer, tetapi juga mencakup kerja sama di bidang kesehatan, pelatihan bersama, dan pengamanan laut di wilayah Indo-Pasifik.

Menurut laporan dari Australian Department of Defence, kerja sama pertahanan bilateral ini merupakan bagian dari strategi Indo-Pacific Endeavour yang dikembangkan Australia sejak 2017.

Program ini memperluas latihan militer gabungan serta peningkatan interoperabilitas teknologi pertahanan dan logistik.

Baca Juga: Transformasi ASN: 614 PPPK Baru Siap Bekerja Profesional di DPR RI

Berdasarkan data dari CSIS Indo-Pacific Report 2024, Australia dan Indonesia menempati posisi strategis di kawasan yang rawan konflik geopolitik, terutama di Laut China Selatan dan selat-selat sempit yang penting secara ekonomi dan militer.

Indonesia dan Australia telah melakukan lebih dari 40 latihan gabungan sepanjang 2023, mencakup pelatihan penyelamatan laut, simulasi perang kota, hingga penanganan krisis bencana.

Selain pertahanan, sinergi dalam bidang kesehatan juga dikembangkan, khususnya dalam penanganan pandemi dan sistem respons cepat terhadap wabah penyakit tropis yang mengancam wilayah Asia Tenggara dan Pasifik.

Baca Juga: Trump dan Xi Sepakat Lanjutkan Negosiasi Dagang di Tengah Ketegangan Perdagangan dan Sengketa Mineral

Kunjungan Richard Marles menandai kesinambungan diplomasi pertahanan antara dua negara besar di kawasan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam memainkan peran sentral di Indo-Pasifik.

Pemerintah Indonesia memandang bahwa sinergi strategis dengan Australia akan terus menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas regional dan mendukung kemajuan teknologi pertahanan nasional di masa depan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X