JAKARTA, METROSELEBES.COM – Presiden Republik Indonesia menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Persemakmuran Australia Richard Marles, di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (5/6).
Pertemuan ini menjadi tindak lanjut atas penguatan sinergi strategis antara Indonesia dan Australia, terutama di bidang pertahanan dan keamanan maritim, yang sebelumnya telah dibahas dalam kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese beberapa pekan lalu.
Dalam kesempatan tersebut, kedua negara menegaskan komitmen untuk melanjutkan implementasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang telah ditandatangani pada tahun 2024.
Baca Juga: Indonesia Siap Jadi Lumbung Pangan Dunia 2026, Prabowo: Tidak Ada Lagi Impor
Kesepakatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara angkatan bersenjata Indonesia dan Australia, tidak hanya dalam aspek militer, tetapi juga mencakup kerja sama di bidang kesehatan, pelatihan bersama, dan pengamanan laut di wilayah Indo-Pasifik.
Menurut laporan dari Australian Department of Defence, kerja sama pertahanan bilateral ini merupakan bagian dari strategi Indo-Pacific Endeavour yang dikembangkan Australia sejak 2017.
Program ini memperluas latihan militer gabungan serta peningkatan interoperabilitas teknologi pertahanan dan logistik.
Baca Juga: Transformasi ASN: 614 PPPK Baru Siap Bekerja Profesional di DPR RI
Berdasarkan data dari CSIS Indo-Pacific Report 2024, Australia dan Indonesia menempati posisi strategis di kawasan yang rawan konflik geopolitik, terutama di Laut China Selatan dan selat-selat sempit yang penting secara ekonomi dan militer.
Indonesia dan Australia telah melakukan lebih dari 40 latihan gabungan sepanjang 2023, mencakup pelatihan penyelamatan laut, simulasi perang kota, hingga penanganan krisis bencana.
Selain pertahanan, sinergi dalam bidang kesehatan juga dikembangkan, khususnya dalam penanganan pandemi dan sistem respons cepat terhadap wabah penyakit tropis yang mengancam wilayah Asia Tenggara dan Pasifik.
Kunjungan Richard Marles menandai kesinambungan diplomasi pertahanan antara dua negara besar di kawasan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam memainkan peran sentral di Indo-Pasifik.
Pemerintah Indonesia memandang bahwa sinergi strategis dengan Australia akan terus menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas regional dan mendukung kemajuan teknologi pertahanan nasional di masa depan.***
Artikel Terkait
India-AS Genjot Finalisasi Kesepakatan Tarif Interim Jelang Batas Waktu Trump
Ukraina Kecam Eropa: Dana Beku Rusia Malah Dibagikan ke Investor Barat, Bukan untuk Korban Perang
Jejak Nusantara di Liga Belanda: Ole Romeny, Sang Penyerang FC Utrecht Berdarah Medan
ECB Kembali Pangkas Suku Bunga, Sinyal Perubahan Arah Kebijakan di Tengah Ketidakpastian Global
Diduga Korupsi Dana Desa Ratusan Juta, Mantan Kades di Parigi Moutong Diciduk Polisi
Trump dan Xi Sepakat Lanjutkan Negosiasi Dagang di Tengah Ketegangan Perdagangan dan Sengketa Mineral
Drama 9 Gol! Spanyol Libas Prancis, Lamine Yamal Jadi Pahlawan
Transformasi ASN: 614 PPPK Baru Siap Bekerja Profesional di DPR RI
Durian Parigi Moutong Tembus Pasar Global: Transformasi Buah Lokal Jadi Simbol Ekonomi Daerah
Indonesia Siap Jadi Lumbung Pangan Dunia 2026, Prabowo: Tidak Ada Lagi Impor