SEOUL,METROSELEBES.COM-Presiden baru Korea Selatan, Lee Jae-myung, resmi dilantik pada Rabu (4/6) dalam sebuah upacara di Majelis Nasional, Seoul. Dalam pidato pelantikannya, Lee berjanji akan menghidupkan kembali demokrasi yang nyaris runtuh dan membangkitkan ekonomi nasional yang terpukul oleh proteksionisme global dan kekacauan politik dalam negeri.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Akses Pendidikan Anak Marjinal: M. Qodari Tinjau Langsung Sarana di STIS
Kemenangan telak Lee dalam pemilihan presiden luar biasa yang digelar Selasa kemarin menandai perubahan besar di panggung politik dan ekonomi negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia itu. Kemenangan ini muncul di tengah kemarahan publik atas upaya kudeta militer yang gagal dan menggulingkan pemerintahan Presiden Yoon Suk Yeol hanya tiga tahun setelah ia menjabat.
Lee menghadapi sejumlah tantangan besar yang belum pernah dialami pemimpin Korea Selatan dalam tiga dekade terakhir — mulai dari menyembuhkan luka sosial akibat percobaan darurat militer hingga menghadapi proteksionisme tak terduga dari Amerika Serikat, mitra dagang sekaligus sekutu keamanan utama Korea Selatan.
Baca Juga: Kemendikdasmen Menuai Apresiasi Nasional: Bukti Nyata Komitmen RAMAH dan Reformasi Birokrasi
“Pemerintahan Lee Jae-myung akan menjadi pemerintahan pragmatis dan pro-pasar,” ujar Lee di depan parlemen — tempat yang enam bulan lalu ia masuki dengan melompati pagar untuk menghindari pasukan darurat militer yang berusaha menggagalkan pemungutan suara.
Ia berjanji untuk melakukan deregulasi guna mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis, serta berkomitmen membuka kembali dialog dengan Korea Utara sambil menjaga aliansi keamanan yang kuat dengan Amerika Serikat dan menyeimbangkan kebijakan luar negeri.
“Menang tanpa bertempur lebih baik daripada menang dalam peperangan, dan perdamaian tanpa pertarungan adalah bentuk keamanan terbaik,” ujar Lee terkait hubungan yang sering memanas dengan Korea Utara.
Mandat Kuat dari Rakyat. Komisi Pemilihan Nasional mengonfirmasi kemenangan Lee dengan perolehan suara 49,42% dari hampir 35 juta suara yang masuk, mengalahkan rival konservatif Kim Moon-soo yang meraih 41,15%. Tingkat partisipasi pemilih kali ini menjadi yang tertinggi sejak 1997.
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi: Kasus Covid-19 Naik Lagi, Tapi Bukan Varian Mematikan
Artikel Terkait
Gerai Kopdes Merah Putih Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa di NTB
Trump dan Xi Siap Bicara di Tengah Memanasnya Perang Dagang Global
Tragedi di Rafah: Sedikitnya 27 Warga Palestina Tewas Dekat Lokasi Bantuan, PBB Desak Investigasi
Zimbabwe Kembali Lakukan Pembantaian Gajah: 50 Ekor Akan Dikuliti Demi Atasi Kelebihan Populasi
Breaking News: Mantan Sekprov Sulteng Gumyadi Meninggal Dunia
Istana Angkat Bicara Soal Isu Reshuffle Kabinet, Tegaskan Hak Prerogatif Presiden
Fahri Hamzah Tegaskan Rumah Subsidi Minimal Tipe 36: Sesuai Standar Layak Huni dan SDGs
Menkes Budi Gunadi: Kasus Covid-19 Naik Lagi, Tapi Bukan Varian Mematikan
Kemendikdasmen Menuai Apresiasi Nasional: Bukti Nyata Komitmen RAMAH dan Reformasi Birokrasi
Sekolah Rakyat Jadi Solusi Akses Pendidikan Anak Marjinal: M. Qodari Tinjau Langsung Sarana di STIS