GAZA,METROSELEBES.COM-Sedikitnya 27 warga Palestina dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka akibat tembakan pasukan Israel di dekat lokasi distribusi bantuan pangan di Rafah, Gaza selatan, pada Selasa (03/06/2025). Insiden ini menjadi hari ketiga berturut-turut terjadinya kekacauan dan pertumpahan darah yang mengganggu operasi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Trump dan Xi Siap Bicara di Tengah Memanasnya Perang Dagang Global
Menurut keterangan militer Israel, pasukannya melepaskan tembakan ke arah sekelompok orang yang dianggap sebagai ancaman karena keluar dari jalur akses yang telah ditentukan dan mendekati posisi militer di sekitar pusat distribusi. Meski begitu, pihak militer menegaskan bahwa penyelidikan atas insiden ini masih berlangsung.
Beberapa jam sebelum insiden di Rafah, Israel mengumumkan bahwa tiga tentaranya tewas dalam pertempuran di Gaza utara dalam operasi militer yang telah berlangsung berbulan-bulan melawan kelompok Hamas. Operasi ini telah menyebabkan kehancuran besar-besaran di seluruh wilayah Gaza.
Baca Juga: Di Tengah Perlambatan, Pemerintah Rusia Ingin Kebijakan Moneter Dilonggarkan
Pihak Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa sedikitnya 18 warga Palestina juga tewas akibat serangan militer lainnya di hari yang sama. Sementara itu, Komite Palang Merah Internasional menyatakan rumah sakit lapangannya di Rafah menerima 184 korban, dengan 19 orang dilaporkan meninggal saat tiba, dan delapan lainnya meninggal tidak lama setelah itu.
Rekaman video dari lokasi memperlihatkan warga sipil yang terluka, termasuk perempuan, dibawa ke pusat medis menggunakan gerobak yang ditarik keledai — gambaran tragis dari situasi darurat kemanusiaan yang semakin memburuk.
PBB Kutuk dan Desak Investigasi. Kantor Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa mengecam keras insiden tersebut. Mereka menyebutkan bahwa hambatan terhadap akses bantuan pangan bagi warga sipil bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang. Kepala badan tersebut, Volker Turk, menuntut adanya penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan tidak memihak terhadap pembunuhan tersebut.
Baca Juga: Produksi Golf Menurun, Apakah Empat Hari Kerja Cukup?
Juru bicara pemerintah Israel, David Mencer, membantah tuduhan bahwa warganya secara sengaja menargetkan warga sipil. "IDF melakukan segala upaya untuk memastikan warga Gaza dapat mengakses bantuan kemanusiaan. Kami tidak menghalangi mereka — bahkan kami mendorong mereka untuk datang," ujarnya.
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Dolar AS
Bantuan PKH Diperbarui, Ribuan Keluarga Tak Lagi Terima Dana Sosial
Kesepakatan Nuklir Baru AS-Iran Terancam Gagal Jika Celah Pengawasan IAEA Tak Ditutup
Meta dan Energi Nuklir: Langkah Besar Teknologi Dunia yang Bisa Jadi Contoh untuk Indonesia
Target Energi Bersih 2030 Terancam, Siemens Desak Inggris Naikkan Kapasitas Lelang Angin Laut
Quick Win Kesehatan: 7,4 Juta Warga Terlayani, 32 RSUD Siap Naik Kelas, dan Desa Siaga TBC Dimulai
Produksi Golf Menurun, Apakah Empat Hari Kerja Cukup?
Di Tengah Perlambatan, Pemerintah Rusia Ingin Kebijakan Moneter Dilonggarkan
Gerai Kopdes Merah Putih Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa di NTB
Trump dan Xi Siap Bicara di Tengah Memanasnya Perang Dagang Global