Update KM Nurul Salsa Tenggelam: Puluhan Penumpang Masih Hilang, KRI Marlin-877 Dikerahkan Sisir Laut Selayar

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Jumat, 17 Juli 2026 | 07:19 WIB
Tim SAR Gabungan terus mencari puluhan korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar, sementara data penumpang masih diverifikasi. (Dok.Instagram@red signal)
Tim SAR Gabungan terus mencari puluhan korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar, sementara data penumpang masih diverifikasi. (Dok.Instagram@red signal)

Inti berita:

Tim SAR Gabungan terus memperluas pencarian terhadap sekitar 24 penumpang KM Nurul Salsa yang masih hilang setelah kapal tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kepulauan Selayar.

• Hingga kini 49 penumpang dinyatakan selamat, satu orang meninggal dunia, sementara dugaan kelebihan muatan dan kerusakan mesin masih menjadi bagian dari penyelidikan penyebab kecelakaan.

 

MetroSelebes.com, Selayar - Langit pagi yang mulai terang di perairan Kepulauan Selayar belum mampu mengakhiri kecemasan keluarga para penumpang KM Nurul Salsa. Harapan masih menggantung di tengah hamparan Laut Flores, ketika Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan penyisiran intensif untuk menemukan puluhan korban yang hingga Jumat (17/7/2026) masih belum diketahui keberadaannya setelah kapal tersebut tenggelam di perairan barat Pulau Polassi.

Operasi pencarian kini diperluas dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, hingga nelayan setempat. Fokus penyisiran diarahkan ke wilayah barat dan selatan Pulau Polassi sebagai langkah mengantisipasi kemungkinan korban hanyut mengikuti arus laut dan tiupan angin musim timur yang cukup kuat dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Kabar Baik untuk Calon Jemaah! Persiapan Haji 2027 Dimulai, Fokus Tekan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Berdasarkan data sementara yang masih terus diverifikasi Posko Darurat Basarnas Makassar bersama instansi terkait, jumlah penumpang di atas KM Nurul Salsa diperkirakan mencapai 70 hingga 74 orang. Perbedaan angka tersebut diduga dipengaruhi adanya penumpang yang naik tanpa tercatat dalam manifes resmi, sehingga proses pendataan masih berlangsung untuk memastikan jumlah korban secara akurat.

Hingga saat ini, sebanyak 49 penumpang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka dievakuasi oleh KM Harapan Kita serta dibantu nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian menuju Pulau Polassi. Sementara itu, satu orang dipastikan meninggal dunia, sedangkan sekitar 23 hingga 24 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama operasi pencarian.

Baca juga: Dentuman Keras Gegerkan Madiun, Ledakan Gudang Amunisi TNI Telan Korban Jiwa dan Enam Prajurit Terluka

Di sisi lain, informasi dari Syahbandar menyebut kapal tersebut tidak hanya membawa penumpang, tetapi juga mengangkut sekitar 17 ton muatan yang terdiri atas 10 ton beras, 2 ton kopra, 5 ton arang, enam unit sepeda motor, dan empat ekor sapi. Dugaan sementara, beban muatan yang cukup besar, ditambah kerusakan mesin utama serta pompa air (alkon), menjadi faktor yang mempercepat kapal kehilangan daya apung sebelum akhirnya tenggelam. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

Untuk memperkuat operasi kemanusiaan tersebut, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Marlin-877 ke lokasi pencarian. Kehadiran kapal perang itu diharapkan dapat memperluas jangkauan penyisiran sekaligus mempercepat proses evakuasi apabila korban ditemukan di wilayah laut yang lebih jauh dari titik awal kecelakaan.

Baca juga: Silaturahmi Kapolda-Kajati Sulsel Jadi Sinyal Soliditas Penegak Hukum, Koordinasi Perkara Makin Diperkuat 

"Kami terus mengoptimalkan seluruh potensi SAR yang ada dan memperluas area pencarian sesuai perhitungan arah arus serta kondisi cuaca. Kami juga mengimbau kapal yang melintas maupun nelayan agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban," ujar pihak Basarnas dalam keterangan yang disampaikan melalui Posko Darurat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X