Lee langsung mengambil alih kekuasaan sebagai kepala negara dan panglima tertinggi militer, dan langsung menggelar pertemuan dengan petinggi militer untuk menerima laporan tentang kesiapan pertahanan nasional.
Fokus pada Pemulihan Ekonomi dan Rakyat Kecil. Di hari pertamanya menjabat, Lee menegaskan komitmennya untuk mengatasi berbagai masalah ekonomi mendesak, termasuk biaya hidup yang melonjak dan tekanan terhadap pelaku usaha kecil. Ia juga harus segera menghadapi tenggat waktu dari Gedung Putih untuk menegosiasikan bea masuk yang dinilai Washington sebagai penyebab ketimpangan perdagangan besar antara kedua negara.
Pasar menyambut positif pelantikan Lee. Indeks saham acuan KOSPI naik lebih dari 2% pada Rabu pagi, menyentuh level tertinggi dalam 10 bulan terakhir. Saham sektor keuangan dan energi terbarukan mencatatkan kenaikan signifikan, di tengah ekspektasi reformasi pasar dan komitmen Lee untuk transisi menuju energi hijau.
Baca Juga: Zimbabwe Kembali Lakukan Pembantaian Gajah: 50 Ekor Akan Dikuliti Demi Atasi Kelebihan Populasi
Diplomasi Realistis: AS, China, dan Korea Utara. Lee akan segera berhadapan dengan tugas berat: menjalin kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump, terutama terkait tarif ekspor yang menghantam sektor otomotif dan baja Korea Selatan. Pemerintahan sementara sebelumnya dinilai gagal meredam dampak kebijakan Trump.
Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengucapkan selamat kepada Lee dan menegaskan kembali kekuatan aliansi strategis antara kedua negara. Gedung Putih menyebut pemilu Korea Selatan berjalan “bebas dan adil”, namun tetap menyatakan kekhawatirannya terhadap potensi pengaruh Tiongkok di negara-negara demokrasi.
Meski begitu, Lee menunjukkan pendekatan yang lebih berdamai terhadap China dan Korea Utara. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan dagang dengan Beijing, meskipun bersikap hati-hati terhadap ketegangan keamanan di Selat Taiwan.
Baca Juga: Zimbabwe Kembali Lakukan Pembantaian Gajah: 50 Ekor Akan Dikuliti Demi Atasi Kelebihan Populasi
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa dirinya tetap akan melanjutkan pendekatan diplomatik pendahulunya terhadap Jepang dan mempertahankan aliansi erat dengan Amerika Serikat sebagai fondasi utama kebijakan luar negeri Korea Selatan.
Dengan tantangan berat di depan mata dan ekspektasi publik yang tinggi, pemerintahan Lee Jae-myung memulai langkahnya dengan janji untuk membangun kembali demokrasi, memulihkan ekonomi, dan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Semenanjung Korea.
Artikel Terkait
Gerai Kopdes Merah Putih Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa di NTB
Trump dan Xi Siap Bicara di Tengah Memanasnya Perang Dagang Global
Tragedi di Rafah: Sedikitnya 27 Warga Palestina Tewas Dekat Lokasi Bantuan, PBB Desak Investigasi
Zimbabwe Kembali Lakukan Pembantaian Gajah: 50 Ekor Akan Dikuliti Demi Atasi Kelebihan Populasi
Breaking News: Mantan Sekprov Sulteng Gumyadi Meninggal Dunia
Istana Angkat Bicara Soal Isu Reshuffle Kabinet, Tegaskan Hak Prerogatif Presiden
Fahri Hamzah Tegaskan Rumah Subsidi Minimal Tipe 36: Sesuai Standar Layak Huni dan SDGs
Menkes Budi Gunadi: Kasus Covid-19 Naik Lagi, Tapi Bukan Varian Mematikan
Kemendikdasmen Menuai Apresiasi Nasional: Bukti Nyata Komitmen RAMAH dan Reformasi Birokrasi
Sekolah Rakyat Jadi Solusi Akses Pendidikan Anak Marjinal: M. Qodari Tinjau Langsung Sarana di STIS