PALU, METROSELEBES.COM – Kabar duka menyelimuti Sulawesi Tengah. Mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Tengah, Gumyadi meninggal dunia.
Kabar wafatnya sosok birokrat senior ini beredar luas melalui pesan berantai di sejumlah grup WhatsApp, Rabu pagi, 4 Juni 2025.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah Bapak GUMYADI, mantan SEKDA PROPINSI SULAWESI TENGAH. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT. Aamiin,” demikian bunyi pesan yang tersebar sejak pagi.
Gumyadi dikenal luas sebagai birokrat berdedikasi tinggi yang meniti karir di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sejak era 1980-an.
Gumyadi banyak mengisi jabatan strategis di Pemerintah Provinis Sulteng sebelum dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah pada awal tahun 2000-an.
Gumyadi bahkan pernah menjadi Bupati Tolitoli di masa Orde Baru. Di masa pengabdiannya, Gumyadi dikenal sebagai figur yang tegas namun bijaksana.
Baca Juga: Kejati Sulteng Gelar Pra Musrenbang 2025, Soroti Efisiensi Anggaran dan Penguatan Kinerja Satker
Ia turut mendorong berbagai program perencanaan pembangunan daerah, serta memperkuat tata kelola birokrasi di masa transisi reformasi pemerintahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengenai tempat wafat dan prosesi pemakaman almarhum.
Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sosok yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk kemajuan daerah. ***
Artikel Terkait
Kesepakatan Nuklir Baru AS-Iran Terancam Gagal Jika Celah Pengawasan IAEA Tak Ditutup
Meta dan Energi Nuklir: Langkah Besar Teknologi Dunia yang Bisa Jadi Contoh untuk Indonesia
Target Energi Bersih 2030 Terancam, Siemens Desak Inggris Naikkan Kapasitas Lelang Angin Laut
Quick Win Kesehatan: 7,4 Juta Warga Terlayani, 32 RSUD Siap Naik Kelas, dan Desa Siaga TBC Dimulai
Produksi Golf Menurun, Apakah Empat Hari Kerja Cukup?
Di Tengah Perlambatan, Pemerintah Rusia Ingin Kebijakan Moneter Dilonggarkan
Gerai Kopdes Merah Putih Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa di NTB
Trump dan Xi Siap Bicara di Tengah Memanasnya Perang Dagang Global
Tragedi di Rafah: Sedikitnya 27 Warga Palestina Tewas Dekat Lokasi Bantuan, PBB Desak Investigasi
Zimbabwe Kembali Lakukan Pembantaian Gajah: 50 Ekor Akan Dikuliti Demi Atasi Kelebihan Populasi