JAKARTA, METROSELEBES.COM – Wakil Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), M. Qodari, melakukan kunjungan langsung ke Sentra Terpadu Inten Suweno (STIS) pada Selasa (03/06/2025) untuk meninjau kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan oleh Sekolah Rakyat, program pendidikan inklusif untuk anak-anak dari keluarga marjinal.
Dalam kunjungan tersebut, M. Qodari didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Robben Rico serta Kepala Sentra Romal Uli Jaya Sinaga. Mereka menilai kesiapan fasilitas serta mendengarkan langsung aspirasi dari calon siswa dan orang tua mereka, guna memastikan Sekolah Rakyat menjadi solusi nyata bagi masa depan pendidikan anak-anak kurang mampu.
Program Sekolah Rakyat merupakan bentuk kolaborasi antara KSP dan Kemensos yang bertujuan memberikan akses pendidikan yang layak dan terintegrasi kepada anak-anak dari kalangan tidak mampu, penyandang disabilitas, maupun mereka yang sebelumnya putus sekolah.
Baca Juga: Kemendikdasmen Menuai Apresiasi Nasional: Bukti Nyata Komitmen RAMAH dan Reformasi Birokrasi
Di STIS, beberapa bagian gedung telah dirombak dan ditransformasi menjadi ruang kelas serta fasilitas pendukung lainnya.
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan vokasi yang relevan dengan dunia kerja.
"Kami ingin anak-anak ini tidak hanya bisa membaca dan menulis, tapi juga siap kerja dan mandiri," ujar Robben.
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi: Kasus Covid-19 Naik Lagi, Tapi Bukan Varian Mematikan
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, lebih dari 4,5 juta anak di Indonesia masih menghadapi hambatan akses pendidikan akibat faktor ekonomi dan geografis.
Program seperti Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut.
Laporan dari Kemensos juga menyatakan bahwa sejak pilot project Sekolah Rakyat pertama digagas pada 2022, sebanyak 1.300 anak telah berhasil kembali ke dunia pendidikan.
Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan BSU Rp300 Ribu untuk 17,3 Juta Pekerja Bergaji Rendah dan Guru Honorer
Tahun 2025, program ini ditargetkan menjangkau hingga 10.000 siswa di seluruh Indonesia.
Artikel Terkait
Di Tengah Perlambatan, Pemerintah Rusia Ingin Kebijakan Moneter Dilonggarkan
Gerai Kopdes Merah Putih Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa di NTB
Trump dan Xi Siap Bicara di Tengah Memanasnya Perang Dagang Global
Tragedi di Rafah: Sedikitnya 27 Warga Palestina Tewas Dekat Lokasi Bantuan, PBB Desak Investigasi
Zimbabwe Kembali Lakukan Pembantaian Gajah: 50 Ekor Akan Dikuliti Demi Atasi Kelebihan Populasi
Breaking News: Mantan Sekprov Sulteng Gumyadi Meninggal Dunia
Istana Angkat Bicara Soal Isu Reshuffle Kabinet, Tegaskan Hak Prerogatif Presiden
Fahri Hamzah Tegaskan Rumah Subsidi Minimal Tipe 36: Sesuai Standar Layak Huni dan SDGs
Menkes Budi Gunadi: Kasus Covid-19 Naik Lagi, Tapi Bukan Varian Mematikan
Kemendikdasmen Menuai Apresiasi Nasional: Bukti Nyata Komitmen RAMAH dan Reformasi Birokrasi