Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Dolar AS

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 3 Juni 2025 | 20:08 WIB
Pemandangan menunjukkan pompa angguk minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia. Source FOTO: REUTERS
Pemandangan menunjukkan pompa angguk minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia. Source FOTO: REUTERS

Dolar Melemah, Komoditas Jadi Lebih Murah. Pelemahan dolar AS turut memberikan dukungan terhadap harga minyak. Indeks dolar bertahan di posisi terendah enam minggu, seiring kekhawatiran pasar atas kebijakan tarif Presiden AS dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

 

Dolar yang lebih lemah membuat komoditas berdenominasi dolar seperti minyak menjadi lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan.

Baca Juga: Sembako Tersalur, Harapan Tertambat: Pemerintah Perketat Bantuan, Pastikan Tak Salah Sasaran

“Harga minyak mentah terus menguat, didukung oleh melemahnya dolar,” ujar Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova.

 

Gangguan Produksi di Kanada Tambah Kekhawatiran Pasokan

 

Kekhawatiran lain datang dari Kanada, di mana kebakaran hutan di Alberta telah mengganggu produksi lebih dari 344.000 barel per hari dari ladang minyak pasir — sekitar 7% dari total produksi minyak Kanada. Ini menjadi faktor tambahan yang mendorong harga naik.

Baca Juga: Harvard Gugat Pemerintah AS, Desak Pencairan Dana Riset Nasional yang Dibekukan

Pasar kini menantikan data cadangan minyak mentah mingguan AS. Jika data menunjukkan penurunan stok seperti yang diperkirakan, hal ini dapat menjadi penopang tambahan bagi harga minyak dalam waktu dekat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X