Seorang pelajar Korea Selatan yang sedang belajar di AS, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa beberapa temannya kesulitan mendapatkan jadwal wawancara visa. Ia sendiri khawatir akan rencana masa depannya untuk bekerja di Amerika setelah lulus. "Amerika Serikat sekarang terasa sangat berbeda dibandingkan dengan masa lalu," katanya.
Baca Juga: Survei Indikator Politik: 67 Persen Warga Puas Terhadap Kinerja Polri Berantas Premanisme
Kebijakan keras terhadap imigrasi menjadi ciri khas pemerintahan Trump, yang kerap mendorong deportasi dan pencabutan visa dalam berbagai bentuk. Pengawasan terhadap media sosial pelajar asing kini menjadi salah satu alat dalam mencapai tujuan tersebut, memunculkan ketidakpastian baru bagi para pelajar yang ingin menempuh pendidikan di AS.
Artikel Terkait
Stop Impor Singkong: Sinyal Kebangkitan Petani Lokal dan Industri Hilir Nasional
Revolusi Pendidikan: MK Wajibkan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis untuk Semua
Puan Dorong Jepang Jadi Motor Transisi Energi Hijau RI Lewat Diplomasi Parlemen
Survei Indikator Politik: 67 Persen Warga Puas Terhadap Kinerja Polri Berantas Premanisme
Wali Kota Hadianto Dianugerahi Gelar "Bapak UMKM" Pada Pelantikan Kadin Kota Palu
IFG Hadirkan Layanan Perlindungan Perjalanan untuk Dukung Ketenteraman Warga Selama Long Weekend
21 Kesepakatan Indonesia–Prancis Diteken, Prabowo–Macron Perkuat Kemitraan Strategis hingga 2050
BUMN Satukan Kekuatan di Desa: Skema Kopdes Merah Putih Jadi Motor Baru Ekonomi Rakyat
Apa Maksud China Kirim Puluhan Kapal Perang ke Asia Timur?
Mampukah China Kembangkan Jet Tanpa Bantuan Amerika?