Mampukah China Kembangkan Jet Tanpa Bantuan Amerika?

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 29 Mei 2025 | 08:15 WIB
Sebuah Comac C919 terbang dalam pertunjukan udara di Singapore Airshow di Changi Exhibition Centre, Singapura. Source FOTO: REUTERS
Sebuah Comac C919 terbang dalam pertunjukan udara di Singapore Airshow di Changi Exhibition Centre, Singapura. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Pemerintah Amerika Serikat menghentikan sementara sebagian penjualan teknologi penting, termasuk teknologi mesin jet, kepada perusahaan pesawat milik negara China, Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC). Langkah ini dilaporkan sebagai respons terhadap kebijakan terbaru Beijing yang membatasi ekspor mineral-mineral penting ke Amerika Serikat.

Baca Juga: Apa Maksud China Kirim Puluhan Kapal Perang ke Asia Timur?

Mengutip laporan New York Times yang bersumber dari dua narasumber yang mengetahui kebijakan ini, Departemen Perdagangan AS telah menangguhkan sejumlah lisensi yang sebelumnya memungkinkan perusahaan-perusahaan Amerika menjual produk dan teknologi ke COMAC—terutama yang berkaitan dengan pengembangan pesawat jet andalannya, C919.

 

Baik Departemen Perdagangan AS maupun Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan komentar resmi terkait keputusan ini.

Baca Juga: 21 Kesepakatan Indonesia–Prancis Diteken, Prabowo–Macron Perkuat Kemitraan Strategis hingga 2050

Pesawat C919, yang dikembangkan untuk menyaingi model pesawat berbadan sempit terlaris dari raksasa industri kedirgantaraan seperti Airbus dan Boeing, mulai beroperasi di China pada tahun 2023 setelah mendapat sertifikasi keselamatan domestik pada 2022. Meski dirakit di dalam negeri, sebagian besar komponen C919 masih berasal dari luar negeri, termasuk mesin LEAP yang dibuat oleh perusahaan AS GE Aerospace dan mitranya dari Prancis, Safran.

Baca Juga: 21 Kesepakatan Indonesia–Prancis Diteken, Prabowo–Macron Perkuat Kemitraan Strategis hingga 2050

GE Aerospace hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai keputusan penangguhan ini. Perusahaan tersebut sebelumnya telah mendapat lisensi dari pemerintah AS untuk memasok mesin LEAP ke COMAC sejak 2014. Pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump, lisensi serupa kembali diberikan pada 2020. Saat itu Trump menekankan pentingnya kerja sama dagang, dengan menyatakan, “Saya ingin China membeli mesin jet kita, yang terbaik di dunia. Saya ingin mempermudah, bukan mempersulit, bisnis dengan Amerika Serikat.”

Baca Juga: Wali Kota Hadianto Dianugerahi Gelar Bapak UMKM Pada Pelantikan Kadin Kota Palu

Saat ini, pesawat C919 hanya melayani rute penerbangan domestik di China dan Hong Kong. Dengan adanya pembekuan ekspor teknologi dari AS, masa depan produksi dan ekspansi global pesawat ini berpotensi menghadapi tantangan serius, terutama jika COMAC kesulitan mencari alternatif komponen dari negara lain.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Digadang Jadi Benteng Ekonomi Rakyat di Tengah Gempuran Kapitalisme

Keputusan AS ini mempertegas ketegangan geopolitik yang terus meningkat antara dua ekonomi terbesar dunia, khususnya di sektor teknologi dan sumber daya strategis. Pembatasan yang dilakukan kedua negara kini semakin menyasar industri-industri vital yang selama ini saling bergantung secara global.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X