SEOUL,METROSELEBES.COM-Donald Trump, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas media sosial para pelajar asal Korea Selatan yang sedang atau berencana menempuh pendidikan di Negeri Paman Sam.
Langkah ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan lembaga pendidikan yang mendampingi pelajar internasional. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu, (28/05/2025).
Baca Juga: Mampukah China Kembangkan Jet Tanpa Bantuan Amerika?
Kebijakan terbaru tersebut menyusul instruksi internal pemerintah AS untuk menghentikan sementara penjadwalan wawancara visa pelajar dan pengunjung pertukaran. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari rencana perluasan proses penyaringan media sosial bagi pelajar asing.
Pelajar Korea Selatan merupakan kelompok ketiga terbesar di antara pelajar internasional di AS, setelah India dan Tiongkok. Dengan meningkatnya persaingan untuk masuk ke universitas unggulan di dalam negeri, banyak pelajar Korea Selatan memilih untuk menimba ilmu di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat.
Baca Juga: Apa Maksud China Kirim Puluhan Kapal Perang ke Asia Timur?
Park Hyuntae, kepala Worldnet U.S. Overseas Edu Center di Seoul, mengatakan bahwa sejak berita ini mencuat, para orang tua terus menghubungi agensinya untuk mencari kejelasan. "Baik mereka yang sudah menjadwalkan wawancara maupun yang akan mendaftar merasa cemas. Namun sejauh ini belum ada pembatalan resmi wawancara yang sudah dijadwalkan," ujarnya.
Park mengkhawatirkan bahwa penundaan wawancara visa ini dapat menyebabkan keterlambatan dalam memulai tahun ajaran baru. Ia juga mengingatkan kliennya untuk berhati-hati dalam bermedia sosial. "Saya menyarankan, terutama kepada pelajar laki-laki, untuk tidak mengunggah hal-hal ekstrem atau tidak pantas di media sosial, seperti foto granat atau senjata," tambahnya.
Baca Juga: 21 Kesepakatan Indonesia–Prancis Diteken, Prabowo–Macron Perkuat Kemitraan Strategis hingga 2050
Sebuah email dari perguruan tinggi seni liberal yang diperoleh Reuters memperingatkan mahasiswa internasional agar memperhatikan konten media sosial mereka, sembari menyebut kemungkinan penjadwalan ulang wawancara visa.
Artikel Terkait
Stop Impor Singkong: Sinyal Kebangkitan Petani Lokal dan Industri Hilir Nasional
Revolusi Pendidikan: MK Wajibkan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis untuk Semua
Puan Dorong Jepang Jadi Motor Transisi Energi Hijau RI Lewat Diplomasi Parlemen
Survei Indikator Politik: 67 Persen Warga Puas Terhadap Kinerja Polri Berantas Premanisme
Wali Kota Hadianto Dianugerahi Gelar "Bapak UMKM" Pada Pelantikan Kadin Kota Palu
IFG Hadirkan Layanan Perlindungan Perjalanan untuk Dukung Ketenteraman Warga Selama Long Weekend
21 Kesepakatan Indonesia–Prancis Diteken, Prabowo–Macron Perkuat Kemitraan Strategis hingga 2050
BUMN Satukan Kekuatan di Desa: Skema Kopdes Merah Putih Jadi Motor Baru Ekonomi Rakyat
Apa Maksud China Kirim Puluhan Kapal Perang ke Asia Timur?
Mampukah China Kembangkan Jet Tanpa Bantuan Amerika?