Apa Maksud China Kirim Puluhan Kapal Perang ke Asia Timur?

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 29 Mei 2025 | 07:40 WIB
Anggota Angkatan Laut Tiongkok menghadiri latihan gabungan Angkatan Laut Iran, Tiongkok, dan Rusia di Teluk Oman, Iran, pada 12 Maret 2025. Disampaikan oleh Angkatan Darat Iran/WANA (West Asia News Agency). Source FOTO: REUTERS
Anggota Angkatan Laut Tiongkok menghadiri latihan gabungan Angkatan Laut Iran, Tiongkok, dan Rusia di Teluk Oman, Iran, pada 12 Maret 2025. Disampaikan oleh Angkatan Darat Iran/WANA (West Asia News Agency). Source FOTO: REUTERS

ASIA TIMUR,METROSELEBES.COM-Ketegangan di kawasan Asia Timur meningkat tajam pada bulan Mei ini setelah Tiongkok mengerahkan kekuatan maritim dalam skala yang tidak biasa. Berdasarkan dokumen keamanan dan pernyataan sejumlah pejabat regional, puluhan kapal perang dan penjaga pantai Tiongkok terlihat melakukan manuver di wilayah perairan yang sensitif, termasuk di sekitar Taiwan, kepulauan selatan Jepang, serta Laut Cina Timur dan Selatan.

Baca Juga: 21 Kesepakatan Indonesia–Prancis Diteken, Prabowo–Macron Perkuat Kemitraan Strategis hingga 2050

Menurut informasi dari tiga pejabat keamanan regional serta dokumen militer yang dikaji oleh Reuters, Tiongkok mengerahkan armada dalam jumlah besar sejak awal Mei. Pada tanggal 21 dan 27 Mei, Tiongkok mengirim hampir 60 kapal, bahkan lebih dari 70 kapal dalam operasi terpisah — sekitar tiga perempat di antaranya adalah kapal Angkatan Laut. Armada tersebut mencakup kapal perusak, fregat berpeluru kendali, dan kapal penjaga pantai.

Baca Juga: IFG Hadirkan Layanan Perlindungan Perjalanan untuk Dukung Ketenteraman Warga Selama Long Weekend

Tidak hanya itu, Beijing juga mengirim dua kelompok kapal induk — Shandong yang kini berada di Laut Cina Selatan, serta Liaoning yang beroperasi di lepas pantai tenggara Taiwan. Kegiatan ini dipandang oleh para analis sebagai upaya untuk menunjukkan dominasi di rantai pulau pertama — jalur strategis yang membentang dari Jepang, Taiwan, Filipina, hingga Kalimantan.

 

"Mereka sedang menekan seluruh wilayah rantai pulau pertama di tengah ketidakpastian geopolitik global," ungkap seorang pejabat keamanan yang tak disebutkan namanya karena alasan sensitivitas informasi. Ia menambahkan bahwa latihan kapal induk Liaoning bulan ini mensimulasikan serangan terhadap kapal dan pesawat asing di sekitar Laut Cina Timur dan Laut Kuning.

Baca Juga: Wali Kota Hadianto Dianugerahi Gelar Bapak UMKM Pada Pelantikan Kadin Kota Palu

Seorang pejabat lain yang juga menolak disebutkan identitasnya mengatakan bahwa kehadiran militer Tiongkok kali ini "jelas meningkat" dan merupakan sinyal bahwa Beijing ingin menunjukkan bahwa wilayah perairan tersebut merupakan ‘halaman rumahnya’. "Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka bisa beroperasi kapan saja dan di mana saja," katanya.

 

Latihan Militer dan Respons Kawasan. Dalam dua pekan terakhir, Tiongkok mengumumkan sejumlah area latihan tembak langsung di sekitar pesisirnya, termasuk wilayah yang langsung menghadap ke barat daya Taiwan. Televisi nasional Tiongkok pekan lalu menayangkan latihan amfibi di Provinsi Fujian, tepat di seberang Selat Taiwan, meski lokasi pastinya tidak diungkap.

 

Di waktu yang hampir bersamaan, Jepang melaporkan bahwa mereka melacak pergerakan kapal induk Liaoning dan kapal-kapal pendampingnya saat melintasi kepulauan selatan Jepang menuju Samudra Pasifik bagian barat. Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi, mengatakan bahwa Tiongkok tampaknya berusaha meningkatkan kemampuan operasi jarak jauhnya dari pesisir.

Baca Juga: Puan Dorong Jepang Jadi Motor Transisi Energi Hijau RI Lewat Diplomasi Parlemen

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X