ASIA TIMUR,METROSELEBES.COM-Ketegangan di kawasan Asia Timur meningkat tajam pada bulan Mei ini setelah Tiongkok mengerahkan kekuatan maritim dalam skala yang tidak biasa. Berdasarkan dokumen keamanan dan pernyataan sejumlah pejabat regional, puluhan kapal perang dan penjaga pantai Tiongkok terlihat melakukan manuver di wilayah perairan yang sensitif, termasuk di sekitar Taiwan, kepulauan selatan Jepang, serta Laut Cina Timur dan Selatan.
Baca Juga: 21 Kesepakatan Indonesia–Prancis Diteken, Prabowo–Macron Perkuat Kemitraan Strategis hingga 2050
Menurut informasi dari tiga pejabat keamanan regional serta dokumen militer yang dikaji oleh Reuters, Tiongkok mengerahkan armada dalam jumlah besar sejak awal Mei. Pada tanggal 21 dan 27 Mei, Tiongkok mengirim hampir 60 kapal, bahkan lebih dari 70 kapal dalam operasi terpisah — sekitar tiga perempat di antaranya adalah kapal Angkatan Laut. Armada tersebut mencakup kapal perusak, fregat berpeluru kendali, dan kapal penjaga pantai.
Baca Juga: IFG Hadirkan Layanan Perlindungan Perjalanan untuk Dukung Ketenteraman Warga Selama Long Weekend
Tidak hanya itu, Beijing juga mengirim dua kelompok kapal induk — Shandong yang kini berada di Laut Cina Selatan, serta Liaoning yang beroperasi di lepas pantai tenggara Taiwan. Kegiatan ini dipandang oleh para analis sebagai upaya untuk menunjukkan dominasi di rantai pulau pertama — jalur strategis yang membentang dari Jepang, Taiwan, Filipina, hingga Kalimantan.
"Mereka sedang menekan seluruh wilayah rantai pulau pertama di tengah ketidakpastian geopolitik global," ungkap seorang pejabat keamanan yang tak disebutkan namanya karena alasan sensitivitas informasi. Ia menambahkan bahwa latihan kapal induk Liaoning bulan ini mensimulasikan serangan terhadap kapal dan pesawat asing di sekitar Laut Cina Timur dan Laut Kuning.
Baca Juga: Wali Kota Hadianto Dianugerahi Gelar Bapak UMKM Pada Pelantikan Kadin Kota Palu
Seorang pejabat lain yang juga menolak disebutkan identitasnya mengatakan bahwa kehadiran militer Tiongkok kali ini "jelas meningkat" dan merupakan sinyal bahwa Beijing ingin menunjukkan bahwa wilayah perairan tersebut merupakan ‘halaman rumahnya’. "Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka bisa beroperasi kapan saja dan di mana saja," katanya.
Latihan Militer dan Respons Kawasan. Dalam dua pekan terakhir, Tiongkok mengumumkan sejumlah area latihan tembak langsung di sekitar pesisirnya, termasuk wilayah yang langsung menghadap ke barat daya Taiwan. Televisi nasional Tiongkok pekan lalu menayangkan latihan amfibi di Provinsi Fujian, tepat di seberang Selat Taiwan, meski lokasi pastinya tidak diungkap.
Di waktu yang hampir bersamaan, Jepang melaporkan bahwa mereka melacak pergerakan kapal induk Liaoning dan kapal-kapal pendampingnya saat melintasi kepulauan selatan Jepang menuju Samudra Pasifik bagian barat. Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi, mengatakan bahwa Tiongkok tampaknya berusaha meningkatkan kemampuan operasi jarak jauhnya dari pesisir.
Baca Juga: Puan Dorong Jepang Jadi Motor Transisi Energi Hijau RI Lewat Diplomasi Parlemen
Artikel Terkait
16,5 Juta Keluarga Dapat Kucuran Bansos 2025, Pemerintah Gunakan Sistem Canggih DTSEN
Koperasi Merah Putih Digadang Jadi Benteng Ekonomi Rakyat di Tengah Gempuran Kapitalisme
Stop Impor Singkong: Sinyal Kebangkitan Petani Lokal dan Industri Hilir Nasional
Revolusi Pendidikan: MK Wajibkan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis untuk Semua
Puan Dorong Jepang Jadi Motor Transisi Energi Hijau RI Lewat Diplomasi Parlemen
Survei Indikator Politik: 67 Persen Warga Puas Terhadap Kinerja Polri Berantas Premanisme
Wali Kota Hadianto Dianugerahi Gelar "Bapak UMKM" Pada Pelantikan Kadin Kota Palu
IFG Hadirkan Layanan Perlindungan Perjalanan untuk Dukung Ketenteraman Warga Selama Long Weekend
21 Kesepakatan Indonesia–Prancis Diteken, Prabowo–Macron Perkuat Kemitraan Strategis hingga 2050
BUMN Satukan Kekuatan di Desa: Skema Kopdes Merah Putih Jadi Motor Baru Ekonomi Rakyat