Apa Maksud China Kirim Puluhan Kapal Perang ke Asia Timur?

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 29 Mei 2025 | 07:40 WIB
Anggota Angkatan Laut Tiongkok menghadiri latihan gabungan Angkatan Laut Iran, Tiongkok, dan Rusia di Teluk Oman, Iran, pada 12 Maret 2025. Disampaikan oleh Angkatan Darat Iran/WANA (West Asia News Agency). Source FOTO: REUTERS
Anggota Angkatan Laut Tiongkok menghadiri latihan gabungan Angkatan Laut Iran, Tiongkok, dan Rusia di Teluk Oman, Iran, pada 12 Maret 2025. Disampaikan oleh Angkatan Darat Iran/WANA (West Asia News Agency). Source FOTO: REUTERS

"Pemerintah Jepang akan terus mengawasi pergerakan tersebut dengan ketat dan melakukan upaya maksimal dalam kegiatan pengawasan dan pemantauan," ujarnya dalam konferensi pers.

 

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok melalui juru bicara Mao Ning menyatakan bahwa aktivitas armada negaranya sesuai dengan hukum dan praktik internasional. Ia meminta Jepang untuk “melihat secara objektif dan rasional”.

 

Ketegangan dengan Filipina dan Taiwan. Di Laut Cina Selatan, konfrontasi Tiongkok dengan Filipina terus berlanjut. Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Jumat lalu mendesak Filipina untuk segera menghentikan tindakan yang disebutnya sebagai “pelanggaran dan provokasi”. Namun, Juru Bicara Angkatan Laut Filipina untuk isu Laut Cina Selatan, Laksamana Muda Roy Vincent Trinidad, menyebut keberadaan kapal-kapal Tiongkok sebagai “ilegal” dan mengganggu stabilitas kawasan.

Baca Juga: Jutaan Keluarga Akan Terima Bansos Tepat Sasaran, Ini Strategi Baru Pemerintah di 2025

“Keberadaan ilegal mereka di zona maritim negara-negara Asia Tenggara bertentangan dengan pernyataan mereka sendiri tentang 'kebangkitan damai',” kata Trinidad kepada Reuters.

 

Peningkatan aktivitas militer Tiongkok ini juga bertepatan dengan peringatan satu tahun masa jabatan Presiden Taiwan Lai Ching-te. Tiongkok yang sejak lama menyebut Lai sebagai “separatis”, telah tiga kali menggelar latihan militer besar sejak pelantikannya.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Digadang Jadi Benteng Ekonomi Rakyat di Tengah Gempuran Kapitalisme

Pada Rabu (28/05/2025), Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan bahwa kapal induk Liaoning berada di lepas pantai tenggara pulau tersebut. Pemerintah Taiwan pun menegaskan akan meningkatkan kesiapan tempur sesuai dengan tingkat ancaman yang dihadapi.

 

Ketegangan yang terus meningkat ini menambah kekhawatiran akan potensi konflik terbuka di kawasan Asia Timur, yang saat ini menjadi salah satu titik panas dalam percaturan geopolitik global.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X