16,5 Juta Keluarga Dapat Kucuran Bansos 2025, Pemerintah Gunakan Sistem Canggih DTSEN

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Kamis, 29 Mei 2025 | 05:08 WIB
Pemerintah resmi menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) Triwulan II tahun 2025 kepada 16,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan nilai anggaran fantastis mencapai Rp10 triliun. (Instgram kemensori)
Pemerintah resmi menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) Triwulan II tahun 2025 kepada 16,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan nilai anggaran fantastis mencapai Rp10 triliun. (Instgram kemensori)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Pemerintah resmi menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) Triwulan II tahun 2025 kepada 16,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan nilai anggaran fantastis mencapai Rp10 triliun.

Dana ini dialokasikan melalui dua program utama yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Inovasi terbaru pemerintah dalam penyaluran bantuan ini terletak pada penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sebuah sistem integrasi data lintas kementerian dan lembaga yang bertujuan untuk menghilangkan tumpang tindih penerima dan memastikan bansos lebih efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga: Bansos Melejit! Cek Jadwal & Besaran BPNT-PKH Mei 2025.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan bahwa DTSEN menjadi instrumen penting untuk reformasi sistem bantuan sosial di Indonesia.

“Kita ingin tidak hanya cepat, tapi juga tepat. DTSEN memungkinkan kita memverifikasi data dengan lebih presisi,” ujar Gus Ipul dalam pernyataan resminya.

Sebelumnya, pada tahun 2024, Kementerian Sosial mencatat lebih dari 18 juta data KPM yang perlu diverifikasi ulang.

Baca Juga: Jutaan Keluarga Akan Terima Bansos Tepat Sasaran, Ini Strategi Baru Pemerintah di 2025

Dengan integrasi DTSEN, ditemukan ketidaksesuaian data yang menyebabkan efisiensi anggaran hingga 12%—dana yang kini dapat dialihkan untuk menjangkau lebih banyak keluarga rentan.

PKH dirancang untuk mendukung keluarga yang memiliki anggota dengan kebutuhan khusus seperti ibu hamil, anak usia dini, pelajar, penyandang disabilitas, dan lansia. Sementara itu, BPNT memberikan akses bahan pangan pokok melalui sistem non-tunai di e-warung resmi, menjaga transparansi serta menggerakkan ekonomi lokal.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kebijakan sosial yang lebih presisi ini berdampak positif.

Baca Juga: Cair Ganda, PKH 2025 Bagi Rp1,2 Juta Sekaligus — Cek Apakah Anda Termasuk Penerimanya.

Angka kemiskinan per Maret 2024 turun ke level 9,25%, dari 9,57% di tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa bansos memang menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X