DUBAI,METROSELEBES.COM-Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Iran akan mampu bertahan meskipun negosiasi dengan Amerika Serikat terkait program nuklirnya gagal mencapai kesepakatan. Dikutip dari Reuters, Senin (26/05/2025).
Baca Juga: Usulan Damai dari AS Ditolak Israel, Peluang Perdamaian Sirna?
Pernyataan ini disampaikan hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan akhir pekan dengan Teheran sebagai "sangat baik".
Negosiasi antara kedua negara yang telah berlangsung selama beberapa dekade ini bertujuan mengakhiri ketegangan seputar ambisi nuklir Iran. Presiden Trump sebelumnya telah mengancam akan memberlakukan sanksi ekonomi yang melumpuhkan dan bahkan tindakan militer jika kesepakatan baru tidak tercapai.
Baca Juga: Kunjungan Bersejarah Raja Charles III ke Kanada, Tegaskan Dukungan di Tengah Ambisi Trump
“Bukan berarti kita akan mati kelaparan jika mereka menolak bernegosiasi atau menjatuhkan sanksi,” kata Pezeshkian seperti dikutip oleh media pemerintah. “Kita akan menemukan cara untuk bertahan.”
Taruhan politik dan keamanan tinggi bagi kedua belah pihak. Amerika Serikat ingin membatasi potensi Iran dalam memproduksi senjata nuklir yang bisa memicu perlombaan senjata di kawasan dan mengancam sekutunya, Israel. Sementara itu, Iran menegaskan bahwa program nuklirnya murni untuk kepentingan sipil dan mendesak dicabutnya sanksi ekonomi yang menghantam sektor minyak negara itu.
Delegasi Iran dan AS baru saja menyelesaikan putaran kelima pembicaraan di Roma pekan lalu. Meskipun ada sedikit tanda-tanda kemajuan, perbedaan mendasar masih membentang, terutama terkait isu pengayaan uranium oleh Iran.
Menanggapi laporan yang menyebutkan kemungkinan Iran akan membekukan pengayaan uranium selama tiga tahun demi mencapai kesepakatan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei menegaskan, “Iran tidak akan pernah menerima hal itu.”
Baca Juga: Raja Charles Kunjungi Kanada: Simbol Dukungan di Tengah Isu Aneksasi oleh Trump
Artikel Terkait
Dana Parpol Mau Naik 10 Kali Lipat? Ini Penegasan Puan Maharani soal Efisiensi dan Kepentingan Rakyat
Koperasi Merah Putih Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa 2025"
Reformasi Birokrasi Bermoral: Wajah Baru Kementerian Agama Menuju 2029
Pasar Global Bergejolak: Nvidia Tutup Musim Laporan Keuangan di Tengah Ancaman Inflasi dan Volatilitas Obligasi
Tarif Ditunda, Euro Menguat: Akankah Damai Dagang AS-Uni Eropa Terwujud?
Arah Kebijakan Trump dan Ancaman Global Bayangi Forum Pertahanan Asia di Singapura
Trump: "Putin Sudah Gila!" Serangan Udara Terbesar Rusia ke Ukraina Picu Kecaman dan Ancaman Sanksi Baru
Darmadi Durianto Semprot Budi Arie: Model Bisnis Koperasi Merah Putih Dinilai Kosong dan Tak Masuk Akal
Breaking News: Kodim 1307/Poso Malam Ini Dikabarkan Terbakar, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
FKPT Sulteng dan Fakultas Hukum Untad Bahas Multikulturalisme dalam Perspektif HAM
25 Hari Operasi Pekat Tinombala, Polda Sulteng Tangkap 78 Pelaku dan Ungkap 27 Kasus Premanisme
Menteri Budi Arie Jawab Kritik Soal Koperasi Merah Putih: 'Ini Monopoli Rakyat, Bukan Oligarki
Update Kebakaran Kodim 1307/Poso: Dua Unit Mobil Pemadam dan Aparat Keamanan Berupaya Padamkan Api
Inilah Penyebab Kebakaran Kodim 1307/Poso, Api Pertama Kali Dilihat Oleh Warga
Raja Charles Kunjungi Kanada: Simbol Dukungan di Tengah Isu Aneksasi oleh Trump
Sekab Teddy Sebut Presiden Prabowo Dukung Papua Nugini Bergabung Dengan ASEAN
ASN Tangguh, Negara Maju: PPPK Kemenag Tahap I 2024 Resmi Dilantik
Anwar Ibrahim Soroti Terobosan dalam Krisis Myanmar dan Serukan Persatuan ASEAN Hadapi Ancaman Tarif AS
Kunjungan Bersejarah Raja Charles III ke Kanada, Tegaskan Dukungan di Tengah Ambisi Trump
Usulan Damai dari AS Ditolak Israel, Peluang Perdamaian Sirna?