Kesepakatan Nuklir Gagal, Apa Langkah Iran Selanjutnya?

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 27 Mei 2025 | 04:04 WIB
Anggota delegasi Iran meninggalkan Kedutaan Oman, tempat putaran kelima pembicaraan antara AS dan Iran berlangsung, di Roma, Italia. Source FOTO: REUTERS
Anggota delegasi Iran meninggalkan Kedutaan Oman, tempat putaran kelima pembicaraan antara AS dan Iran berlangsung, di Roma, Italia. Source FOTO: REUTERS

DUBAI,METROSELEBES.COM-Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Iran akan mampu bertahan meskipun negosiasi dengan Amerika Serikat terkait program nuklirnya gagal mencapai kesepakatan. Dikutip dari Reuters, Senin (26/05/2025).

Baca Juga: Usulan Damai dari AS Ditolak Israel, Peluang Perdamaian Sirna?

Pernyataan ini disampaikan hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan akhir pekan dengan Teheran sebagai "sangat baik".

 

Negosiasi antara kedua negara yang telah berlangsung selama beberapa dekade ini bertujuan mengakhiri ketegangan seputar ambisi nuklir Iran. Presiden Trump sebelumnya telah mengancam akan memberlakukan sanksi ekonomi yang melumpuhkan dan bahkan tindakan militer jika kesepakatan baru tidak tercapai.

Baca Juga: Kunjungan Bersejarah Raja Charles III ke Kanada, Tegaskan Dukungan di Tengah Ambisi Trump

“Bukan berarti kita akan mati kelaparan jika mereka menolak bernegosiasi atau menjatuhkan sanksi,” kata Pezeshkian seperti dikutip oleh media pemerintah. “Kita akan menemukan cara untuk bertahan.”

 

Taruhan politik dan keamanan tinggi bagi kedua belah pihak. Amerika Serikat ingin membatasi potensi Iran dalam memproduksi senjata nuklir yang bisa memicu perlombaan senjata di kawasan dan mengancam sekutunya, Israel. Sementara itu, Iran menegaskan bahwa program nuklirnya murni untuk kepentingan sipil dan mendesak dicabutnya sanksi ekonomi yang menghantam sektor minyak negara itu.

Baca Juga: Anwar Ibrahim Soroti Terobosan dalam Krisis Myanmar dan Serukan Persatuan ASEAN Hadapi Ancaman Tarif AS

Delegasi Iran dan AS baru saja menyelesaikan putaran kelima pembicaraan di Roma pekan lalu. Meskipun ada sedikit tanda-tanda kemajuan, perbedaan mendasar masih membentang, terutama terkait isu pengayaan uranium oleh Iran.

 

Menanggapi laporan yang menyebutkan kemungkinan Iran akan membekukan pengayaan uranium selama tiga tahun demi mencapai kesepakatan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei menegaskan, “Iran tidak akan pernah menerima hal itu.”

Baca Juga: Raja Charles Kunjungi Kanada: Simbol Dukungan di Tengah Isu Aneksasi oleh Trump

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X