Koperasi Merah Putih Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa 2025"

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Senin, 26 Mei 2025 | 16:15 WIB
Lebih dari 45.000 desa di seluruh Indonesia telah menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) hingga 26 Mei 2025 sebagai bagian dari percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. (Abdul Rifai)
Lebih dari 45.000 desa di seluruh Indonesia telah menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) hingga 26 Mei 2025 sebagai bagian dari percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. (Abdul Rifai)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM - Lebih dari 45.000 desa di seluruh Indonesia telah menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) hingga 26 Mei 2025 sebagai bagian dari percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Inisiatif ini menunjukkan geliat nyata dari program strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa.

Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi sarana ekonomi, tetapi juga simbol kemandirian dan kebangkitan ekonomi desa.

Baca Juga: 8 Kesalahan Umum dalam Pengelolaan Koperasi Desa yang Harus Dihindari

Dalam periode 19–25 Mei 2025, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) juga terlibat dalam sejumlah aktivitas penting guna mendukung agenda besar tersebut.

Mulai dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), audiensi strategis dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga pelaksanaan dialog percepatan pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih.

Data dari laman resmi Kemenkop UKM menyebutkan bahwa program transformasi koperasi modern berbasis komunitas lokal telah dimulai sejak awal 2024.

Baca Juga: Langkah Mudah Mendirikan Koperasi Merah Putih di Desa/Kelurahan: Ini Tahapannya!

Program ini menargetkan pembentukan minimal 75.000 Kopdes/Kel aktif hingga akhir 2026 dengan dukungan regulasi, pelatihan manajemen, serta pengawasan berbasis digital.

Selain itu, Kemenkop juga menggandeng perguruan tinggi dan lembaga riset nasional untuk menyusun model bisnis koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan berbasis potensi lokal masing-masing desa.

Dengan langkah strategis ini, koperasi tidak lagi dipandang sebagai organisasi ekonomi tradisional, melainkan sebagai institusi modern yang menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi nasional dari akar rumput.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X