Usulan Damai dari AS Ditolak Israel, Peluang Perdamaian Sirna?

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 27 Mei 2025 | 03:53 WIB

KAIRO,METROSELEBES.COM-Sebuah sumber pejabat Palestina yang dekat dengan Hamas mengungkapkan bahwa kelompok tersebut telah menyetujui usulan gencatan senjata di Gaza yang disebut-sebut berasal dari utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, Senin (26/05/2025).

Baca Juga: Kunjungan Bersejarah Raja Charles III ke Kanada, Tegaskan Dukungan di Tengah Ambisi Trump

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Israel dan oleh Witkoff sendiri, yang menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bukan berasal darinya dan dianggap "tidak dapat diterima".

 

Menurut sumber Palestina yang diwawancarai Reuters, proposal itu mencakup pembebasan 10 sandera Israel secara bertahap dan penghentian pertempuran selama 70 hari, serta penarikan sebagian pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Baca Juga: Anwar Ibrahim Soroti Terobosan dalam Krisis Myanmar dan Serukan Persatuan ASEAN Hadapi Ancaman Tarif AS

Usulan tersebut diterima Hamas melalui jalur mediasi internasional. Selain itu, Israel disebut akan membebaskan sejumlah tahanan Palestina, termasuk ratusan orang yang menjalani hukuman penjara jangka panjang.

 

Namun, seorang pejabat Israel dengan tegas menolak kesepakatan itu, menyatakan bahwa "tidak ada pemerintahan yang bertanggung jawab" yang bisa menerima usulan semacam itu. Ia juga menekankan bahwa proposal tersebut tidak sesuai dengan yang pernah diajukan oleh Steve Witkoff.

Baca Juga: Sekab Teddy Sebut Presiden Prabowo Dukung Papua Nugini Bergabung Dengan ASEAN

Witkoff sendiri turut membantah bahwa kesepakatan itu berasal darinya. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, "Apa yang saya lihat sangat tidak dapat diterima, dan itu bukan proposal yang saya buat."

 

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah pesan video yang dipublikasikan di media sosial, menyatakan harapan akan ada perkembangan terkait perang melawan Hamas dan pembebasan sandera, “hari ini, dan jika tidak hari ini maka besok.” Namun, kantor Netanyahu belum memberikan komentar resmi terkait video tersebut.

Baca Juga: Raja Charles Kunjungi Kanada: Simbol Dukungan di Tengah Isu Aneksasi oleh Trump

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X