FKPT Sulteng dan Fakultas Hukum Untad Bahas Multikulturalisme dalam Perspektif HAM

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Senin, 26 Mei 2025 | 18:53 WIB
Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Sulteng bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Tadulako menggelar kuliah tamu penguatan multikulturalisme dalam perspektif HAM, Senin (26/05/2025).  (Foto : Dok. FKPT)
Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Sulteng bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Tadulako menggelar kuliah tamu penguatan multikulturalisme dalam perspektif HAM, Senin (26/05/2025). (Foto : Dok. FKPT)

PALU, METROSELEBES.COM – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) Palu menggelar kuliah tamu bertema penguatan narasi multikulturalisme dalam perspektif hak asasi manusia (HAM), Senin (26/05/2025).

Baca Juga: Mega Corpora Minta Dua Kursi Direktur di Bank Sulteng, Guru Besar Untad Soroti Skema Kelompok Usaha Bank

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Untad Palu itu menghadirkan narasumber dari Universitas Indonesia (UI), Dr Amanah Nurish, seorang akademisi dan pakar kajian terorisme.

Kuliah umum ini diikuti oleh ratusan mahasiswa, dosen, dan aktivis yang antusias mendalami pentingnya membangun masyarakat majemuk yang toleran dan damai.

Ketua FKPT Sulteng, Sofyan Bachmid, menyampaikan bahwa multikulturalisme adalah keniscayaan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang plural.

Baca Juga: Cek Daftar Wisudawan Terbaik Untad Periode 121 Didominasi Perempuan, IPK 4.00 Muncul Kembali

Menurutnya, keberagaman bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi rahmat yang harus dijaga dan dirawat bersama.

“Jangan jadikan perbedaan sebagai sumber konflik. Piagam Madinah yang diinisiasi Nabi Muhammad SAW adalah contoh nyata bagaimana masyarakat majemuk bisa hidup berdampingan secara harmonis,” ujarnya.

Ia menambahkan, Piagam Madinah kala itu mengakomodasi berbagai kelompok seperti umat Islam, Yahudi, dan suku-suku Arab lainnya untuk saling menjaga, menghormati, dan membangun kehidupan bersama.

Baca Juga: Deretan Wisudawan Terbaik Untad Periode 120, IPK 4.00 Bikin Tercengang Semua Peserta

Hal tersebut menurutnya relevan dengan kondisi Indonesia saat ini yang juga kaya akan keragaman budaya, suku, dan agama.

“Membangun komunikasi yang sehat antar kelompok masyarakat adalah kunci menjaga multikulturalisme di tengah ancaman intoleransi dan radikalisme,” tegas Sofyan.

Dekan Fakultas Hukum Untad, Awaluddin, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai diskusi semacam ini sangat penting dalam konteks pendidikan tinggi dan masyarakat.

“Kebebasan beragama, relasi antar kelompok, dan semangat mempertahankan kesatuan adalah fondasi penting bagi terciptanya perdamaian dunia,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X