OTTAWA,METROSELEBES.COM-Dalam kunjungan bersejarah yang sarat makna politik dan simbolisme kenegaraan, Raja Charles III terbang ke Kanada pada Senin untuk memperkuat hubungan dengan salah satu negara persemakmuran yang masih mengakui dirinya sebagai kepala negara.
Baca Juga: Inilah Penyebab Kebakaran Kodim 1307/Poso, Api Pertama Kali Dilihat Oleh Warga
Lawatan ini terjadi di tengah ketegangan diplomatik menyusul pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara terbuka menginginkan Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS.
Didampingi oleh Ratu Camilla, kunjungan ini menandai kali pertama Raja Charles berkunjung ke Kanada sejak naik takhta pada September 2022. Ia dijadwalkan membuka sidang parlemen Kanada di Ottawa pada Selasa, sebuah kehormatan yang terakhir kali dilakukan oleh mendiang Ratu Elizabeth II, ibunda Charles, 68 tahun lalu.
Baca Juga: Update Kebakaran Kodim 1307/Poso: Dua Unit Mobil Pemadam Aparat Keamanan Berupaya Padamkan Api
Undangan resmi datang dari Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, yang baru saja memenangkan pemilu bulan lalu sebagian besar berkat sikap tegasnya menolak ide aneksasi Kanada oleh AS. “Perdana Menteri telah menegaskan bahwa Kanada tidak untuk dijual—sekarang atau selamanya,” ujar Duta Besar Kanada untuk Inggris, Ralph Goodale, saat mendampingi Raja Charles dalam kunjungannya ke Komisi Tinggi Kanada di London pekan lalu. “Kehadiran Raja sebagai kepala negara akan memperkuat pesan tersebut.”
Baca Juga: Menteri Budi Arie Jawab Kritik Soal Koperasi Merah Putih: 'Ini Monopoli Rakyat, Bukan Oligarki
Meski masih menjalani perawatan kanker, kunjungan dua hari ini menunjukkan komitmen kuat Raja Charles terhadap Kanada, yang merupakan satu dari 15 negara persemakmuran di mana ia menjabat sebagai raja. Selama beberapa bulan terakhir, Charles telah memberikan sinyal dukungan kepada Kanada, antara lain dengan mengenakan medali Kanada, menyebut dirinya sebagai Raja Kanada, dan menggambarkan bendera nasional negara itu sebagai “simbol yang selalu membangkitkan rasa bangga dan kagum.”
Baca Juga: Breaking News: Kodim 1307/Poso Malam Ini Dikabarkan Terbakar, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
Pada hari pertama kunjungannya, Raja Charles dan Ratu Camilla akan mengunjungi taman besar di Ottawa untuk bertemu seniman dan pedagang lokal. Ia juga dijadwalkan melakukan ceremonial “puck drop” untuk memulai pertandingan demonstrasi hoki jalanan, sebelum menanam pohon di lokasi terpisah.
Puncak dari kunjungan ini adalah pidato kenegaraan “Speech from the Throne” yang akan disampaikan Raja Charles di Senat Kanada, menjadikannya kali ketiga dalam sejarah seorang raja menyampaikan pidato pembukaan sidang parlemen Kanada. Dengan pengawalan kereta kuda dan 28 kuda, pasangan kerajaan akan melakukan prosesi menuju gedung parlemen untuk menyampaikan pidato selama 25 menit yang disusun oleh pemerintahan Carney.
Artikel Terkait
Hong Kong Siap Tampung Mahasiswa Asing Usai Harvard Dilarang Terima Pelajar Internasional
BI Longgarkan Aturan, Perbankan Dapat Napas Baru Jelang Paruh Kedua 2025
Macron Kunjungi Vietnam: Teken Kesepakatan Airbus dan Satelit, Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Trump Isyaratkan Terobosan dalam Negosiasi Nuklir dengan Iran
Harmoni Cinta Dua Budaya: Pernikahan Al Ghazali & Alyssa Daguise Bak Konser Keluarga Musik Legendaris
Resepsi Pernikahan Al Ghazali, Maia Estianty Absen: Bay Indonesia
Dana Parpol Mau Naik 10 Kali Lipat? Ini Penegasan Puan Maharani soal Efisiensi dan Kepentingan Rakyat
Koperasi Merah Putih Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa 2025"
Reformasi Birokrasi Bermoral: Wajah Baru Kementerian Agama Menuju 2029
Pasar Global Bergejolak: Nvidia Tutup Musim Laporan Keuangan di Tengah Ancaman Inflasi dan Volatilitas Obligasi
Tarif Ditunda, Euro Menguat: Akankah Damai Dagang AS-Uni Eropa Terwujud?
Arah Kebijakan Trump dan Ancaman Global Bayangi Forum Pertahanan Asia di Singapura
Trump: "Putin Sudah Gila!" Serangan Udara Terbesar Rusia ke Ukraina Picu Kecaman dan Ancaman Sanksi Baru
Darmadi Durianto Semprot Budi Arie: Model Bisnis Koperasi Merah Putih Dinilai Kosong dan Tak Masuk Akal
Breaking News: Kodim 1307/Poso Malam Ini Dikabarkan Terbakar, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
FKPT Sulteng dan Fakultas Hukum Untad Bahas Multikulturalisme dalam Perspektif HAM
25 Hari Operasi Pekat Tinombala, Polda Sulteng Tangkap 78 Pelaku dan Ungkap 27 Kasus Premanisme
Menteri Budi Arie Jawab Kritik Soal Koperasi Merah Putih: 'Ini Monopoli Rakyat, Bukan Oligarki
Update Kebakaran Kodim 1307/Poso: Dua Unit Mobil Pemadam Aparat Keamanan Berupaya Padamkan Api
Inilah Penyebab Kebakaran Kodim 1307/Poso, Api Pertama Kali Dilihat Oleh Warga