OTTAWA,METROSELEBES.COM-Raja Charles III tiba di ibu kota Kanada, Ottawa, pada Senin dalam kunjungan kenegaraan penuh makna yang menegaskan dukungannya terhadap negara persemakmuran tersebut, yang masih mengakui dirinya sebagai kepala negara.
Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik akibat pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang secara terbuka mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS. Seperti dikutip dari Reuters, Senin (26/05/2025).
Didampingi oleh Ratu Camilla, Raja Charles disambut langsung di landasan Bandara Ottawa oleh Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Gubernur Jenderal Mary Simon, perwakilan resmi raja di Kanada. Ini merupakan kunjungan pertama Raja Charles ke Kanada sejak naik takhta pada September 2022.
Baca Juga: Sekab Teddy Sebut Presiden Prabowo Dukung Papua Nugini Bergabung Dengan ASEAN
Dalam kunjungan ini, Raja Charles dijadwalkan membuka sesi parlemen Kanada pada Selasa, sebuah kehormatan yang terakhir kali dilakukan oleh seorang raja Inggris 68 tahun lalu, saat ibunya, mendiang Ratu Elizabeth II, menjalankan tugas tersebut. Meskipun tengah menjalani pengobatan kanker, Raja Charles tetap meluangkan waktu untuk kunjungan dua hari ini sebagai bentuk komitmen terhadap Kanada, salah satu dari 15 negara yang masih menjadikannya sebagai raja.
Baca Juga: Raja Charles Kunjungi Kanada: Simbol Dukungan di Tengah Isu Aneksasi oleh Trump
Pernyataan Presiden Trump yang ingin menggabungkan Kanada sebagai bagian dari Amerika Serikat telah menuai kecaman keras dari pemerintah Kanada. PM Mark Carney, yang baru saja terpilih kembali bulan lalu, mempertegas sikap tegasnya terhadap ambisi Trump. "Perdana Menteri telah menegaskan bahwa Kanada tidak untuk dijual—sekarang maupun selamanya," tegas Ralph Goodale, duta besar Kanada untuk Inggris.
Kunjungan Raja Charles dinilai sebagai bentuk dukungan moral terhadap kedaulatan Kanada. Ia telah menunjukkan sinyal dukungan ini dalam berbagai kesempatan sebelumnya, seperti mengenakan medali Kanada, menyebut dirinya sebagai Raja Kanada, dan menggambarkan bendera Kanada sebagai "simbol yang selalu membangkitkan rasa bangga dan kagum".
Baca Juga: Inilah Penyebab Kebakaran Kodim 1307/Poso, Api Pertama Kali Dilihat Oleh Warga
Namun, sang raja juga harus menjaga keseimbangan diplomatik, terutama karena Perdana Menteri Inggris Keir Starmer tengah berupaya menjaga hubungan baik dengan Trump terkait isu Ukraina dan perdagangan. Bahkan, Raja Charles disebut telah mengundang Trump untuk kunjungan kenegaraan kedua—langkah yang menuai kritik dari sebagian warga Kanada.
Artikel Terkait
Breaking News: Kodim 1307/Poso Malam Ini Dikabarkan Terbakar, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
FKPT Sulteng dan Fakultas Hukum Untad Bahas Multikulturalisme dalam Perspektif HAM
25 Hari Operasi Pekat Tinombala, Polda Sulteng Tangkap 78 Pelaku dan Ungkap 27 Kasus Premanisme
Menteri Budi Arie Jawab Kritik Soal Koperasi Merah Putih: 'Ini Monopoli Rakyat, Bukan Oligarki
Update Kebakaran Kodim 1307/Poso: Dua Unit Mobil Pemadam dan Aparat Keamanan Berupaya Padamkan Api
Inilah Penyebab Kebakaran Kodim 1307/Poso, Api Pertama Kali Dilihat Oleh Warga
Raja Charles Kunjungi Kanada: Simbol Dukungan di Tengah Isu Aneksasi oleh Trump
Sekab Teddy Sebut Presiden Prabowo Dukung Papua Nugini Bergabung Dengan ASEAN
ASN Tangguh, Negara Maju: PPPK Kemenag Tahap I 2024 Resmi Dilantik
Anwar Ibrahim Soroti Terobosan dalam Krisis Myanmar dan Serukan Persatuan ASEAN Hadapi Ancaman Tarif AS