MOSKOW/KYIV,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik pedas terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, menyebutnya telah "benar-benar GILA" usai Rusia melancarkan serangan udara terbesar sejak perang dimulai terhadap Ukraina. Trump juga menyatakan tengah mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Moskow, meski sempat menyinggung gaya komunikasi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy yang dinilainya tidak membantu situasi.
Baca Juga: Arah Kebijakan Trump dan Ancaman Global Bayangi Forum Pertahanan Asia di Singapura
Komentar keras Trump dipublikasikan melalui platform Truth Social, bertepatan dengan malam ketiga berturut-turut Ukraina mengalami teror dari serangan udara Rusia. Warga yang sedang tidur terbangun oleh suara mendengung drone dan dentuman tembakan anti-pesawat Ukraina di atas langit kota mereka.
Menurut angkatan udara Ukraina, Rusia meluncurkan 355 drone dan sembilan rudal jelajah dalam satu malam—sebuah serangan besar-besaran yang diklaim sebagai serangan drone terbesar sepanjang konflik. “Ada sesuatu yang terjadi pada dirinya (Putin). Dia sudah benar-benar GILA!” tulis Trump, merujuk pada serangan tersebut. “Saya selalu mengatakan dia menginginkan SELURUH Ukraina, bukan hanya sebagian. Dan jika itu benar, itu bisa menjadi akhir bagi Rusia!”
Baca Juga: Tarif Ditunda, Euro Menguat: Akankah Damai Dagang AS-Uni Eropa Terwujud?
Namun, Trump juga menyoroti sikap Zelenskiy. Ia menulis, “Zelenskiy tidak membantu negaranya dengan cara bicaranya. Semua yang keluar dari mulutnya justru menimbulkan masalah. Saya tidak suka itu, dan lebih baik dihentikan.”
Menanggapi pernyataan Trump, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menganggap komentar tersebut sebagai reaksi emosional dalam masa yang kritis. “Ini adalah momen sangat penting, yang tentu saja disertai beban emosional bagi semua pihak,” ujarnya. Ia tetap berterima kasih atas upaya Trump dan rakyat AS dalam mendorong negosiasi damai.
Sementara itu, angkatan udara Ukraina melaporkan serangan terbaru Rusia menyasar lima wilayah berbeda, meski tidak merinci target spesifiknya. Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dilaporkan terluka di wilayah Laut Hitam Odesa. Bangunan tempat tinggal dan fasilitas industri juga mengalami kerusakan di Ukraina bagian barat.
Kremlin menyatakan serangan tersebut hanya ditujukan pada target militer dan merupakan balasan atas serangan signifikan Ukraina terhadap sasaran sipil di wilayah Rusia.
Baca Juga: Trump Isyaratkan Terobosan dalam Negosiasi Nuklir dengan Iran
Artikel Terkait
Empat Perusahaan Asal China Siap Investasi di Indonesia, Danantara Dorong Pabrik Baterai EV dan Data Center
LP2M UIN Palu Dorong Pengembangan Bumdes Desa Gio Timur Lewat Program Desa Binaan
Xabi Alonso Resmi Tangani Real Madrid, Siap Debut di Piala Dunia Antarklub 2025
Puan Maharani Minta Ormas Bergaya Preman Dibubarkan, Negara Jangan Kalah dengan Premanisme
Luna Maya dan Maxime Bouttier Pilih ‘Gas Kerja’ Usai Nikah: Belum Honeymoon, Produktivitas Tetap Nomor Satu
Profil Xabi Alonso, Dari Maestro Lapangan Tengah Jadi Nahkoda Baru Real Madrid
Timnas U-17 Indonesia Satu Grup dengan Brasil di Piala Dunia 2025, Nova Arianto: Bukan Grup Mudah, Tapi Kami Siap Bertarung
Sejarah Baru! Inggris Cetak Rekor Enam Wakil di Liga Champions
Hong Kong Siap Tampung Mahasiswa Asing Usai Harvard Dilarang Terima Pelajar Internasional
BI Longgarkan Aturan, Perbankan Dapat Napas Baru Jelang Paruh Kedua 2025
Macron Kunjungi Vietnam: Teken Kesepakatan Airbus dan Satelit, Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Trump Isyaratkan Terobosan dalam Negosiasi Nuklir dengan Iran
Harmoni Cinta Dua Budaya: Pernikahan Al Ghazali & Alyssa Daguise Bak Konser Keluarga Musik Legendaris
Resepsi Pernikahan Al Ghazali, Maia Estianty Absen: Bay Indonesia
Dana Parpol Mau Naik 10 Kali Lipat? Ini Penegasan Puan Maharani soal Efisiensi dan Kepentingan Rakyat
Koperasi Merah Putih Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa 2025"
Reformasi Birokrasi Bermoral: Wajah Baru Kementerian Agama Menuju 2029
Pasar Global Bergejolak: Nvidia Tutup Musim Laporan Keuangan di Tengah Ancaman Inflasi dan Volatilitas Obligasi
Tarif Ditunda, Euro Menguat: Akankah Damai Dagang AS-Uni Eropa Terwujud?
Arah Kebijakan Trump dan Ancaman Global Bayangi Forum Pertahanan Asia di Singapura