Trump: "Putin Sudah Gila!" Serangan Udara Terbesar Rusia ke Ukraina Picu Kecaman dan Ancaman Sanksi Baru

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 26 Mei 2025 | 17:08 WIB
Koran-koran harian dengan sampul yang didedikasikan untuk panggilan telepon terbaru antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dipajang di sebuah kios koran di jalanan Moskow, Rusia. Source FOTO: REUTERS
Koran-koran harian dengan sampul yang didedikasikan untuk panggilan telepon terbaru antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dipajang di sebuah kios koran di jalanan Moskow, Rusia. Source FOTO: REUTERS

MOSKOW/KYIV,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik pedas terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, menyebutnya telah "benar-benar GILA" usai Rusia melancarkan serangan udara terbesar sejak perang dimulai terhadap Ukraina. Trump juga menyatakan tengah mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Moskow, meski sempat menyinggung gaya komunikasi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy yang dinilainya tidak membantu situasi.

Baca Juga: Arah Kebijakan Trump dan Ancaman Global Bayangi Forum Pertahanan Asia di Singapura

Komentar keras Trump dipublikasikan melalui platform Truth Social, bertepatan dengan malam ketiga berturut-turut Ukraina mengalami teror dari serangan udara Rusia. Warga yang sedang tidur terbangun oleh suara mendengung drone dan dentuman tembakan anti-pesawat Ukraina di atas langit kota mereka.

 

Menurut angkatan udara Ukraina, Rusia meluncurkan 355 drone dan sembilan rudal jelajah dalam satu malam—sebuah serangan besar-besaran yang diklaim sebagai serangan drone terbesar sepanjang konflik. “Ada sesuatu yang terjadi pada dirinya (Putin). Dia sudah benar-benar GILA!” tulis Trump, merujuk pada serangan tersebut. “Saya selalu mengatakan dia menginginkan SELURUH Ukraina, bukan hanya sebagian. Dan jika itu benar, itu bisa menjadi akhir bagi Rusia!”

Baca Juga: Tarif Ditunda, Euro Menguat: Akankah Damai Dagang AS-Uni Eropa Terwujud?

Namun, Trump juga menyoroti sikap Zelenskiy. Ia menulis, “Zelenskiy tidak membantu negaranya dengan cara bicaranya. Semua yang keluar dari mulutnya justru menimbulkan masalah. Saya tidak suka itu, dan lebih baik dihentikan.”

 

Menanggapi pernyataan Trump, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menganggap komentar tersebut sebagai reaksi emosional dalam masa yang kritis. “Ini adalah momen sangat penting, yang tentu saja disertai beban emosional bagi semua pihak,” ujarnya. Ia tetap berterima kasih atas upaya Trump dan rakyat AS dalam mendorong negosiasi damai.

Baca Juga: Pasar Global Bergejolak: Nvidia Tutup Musim Laporan Keuangan di Tengah Ancaman Inflasi dan Volatilitas Obligasi

Sementara itu, angkatan udara Ukraina melaporkan serangan terbaru Rusia menyasar lima wilayah berbeda, meski tidak merinci target spesifiknya. Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dilaporkan terluka di wilayah Laut Hitam Odesa. Bangunan tempat tinggal dan fasilitas industri juga mengalami kerusakan di Ukraina bagian barat.

 

Kremlin menyatakan serangan tersebut hanya ditujukan pada target militer dan merupakan balasan atas serangan signifikan Ukraina terhadap sasaran sipil di wilayah Rusia.

Baca Juga: Trump Isyaratkan Terobosan dalam Negosiasi Nuklir dengan Iran

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X