Arah Kebijakan Trump dan Ancaman Global Bayangi Forum Pertahanan Asia di Singapura

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 26 Mei 2025 | 16:58 WIB
Presiden AS , Donald Trump.
Presiden AS , Donald Trump.

SINGAPURA,METROSELEBES.COM-Ketegangan geopolitik global, termasuk ketidakpastian arah kebijakan keamanan pemerintahan Trump, perang berkepanjangan di Ukraina, serta meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan, diprediksi akan menjadi fokus utama dalam pertemuan pertahanan paling bergengsi di Asia, Shangri-La Dialogue, yang akan berlangsung di Singapura pada 31 Mei hingga 1 Juni. Seperti dikutip dari Reuters.com pada Senin (26/05/2025).

Baca Juga: Tarif Ditunda, Euro Menguat: Akankah Damai Dagang AS-Uni Eropa Terwujud?

Forum tahunan yang diselenggarakan oleh International Institute for Strategic Studies (IISS) yang berbasis di London ini akan menghadirkan menteri pertahanan, pejabat militer dan keamanan tingkat tinggi, diplomat, analis, hingga produsen senjata dari berbagai negara di dunia.

 

Meskipun pidato Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat malam dijadwalkan menjadi sambutan utama, perhatian besar juga tertuju pada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Dalam pidatonya pada Sabtu, Hegseth akan menguraikan visi kebijakan pertahanan pemerintahan Trump di kawasan Asia-Pasifik—sebuah pernyataan yang dinanti-nantikan oleh sekutu-sekutu regional AS, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap modernisasi militer Tiongkok dan konflik perairan di Asia Timur.

Baca Juga: Pasar Global Bergejolak: Nvidia Tutup Musim Laporan Keuangan di Tengah Ancaman Inflasi dan Volatilitas Obligasi

"Delegasi akan sangat ingin mendengar penegasan kembali komitmen Amerika terhadap keamanan regional," ujar Ian Storey, pakar keamanan kawasan dari ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura. Namun, ia menambahkan bahwa tidak seperti di Eropa, tidak ada kekhawatiran besar bahwa AS akan menarik pasukannya dari kawasan Indo-Pasifik.

 

Hingga kini, Kementerian Pertahanan Tiongkok belum mengonfirmasi apakah Menteri Pertahanannya, Dong Jun, akan menghadiri dialog tersebut. Reuters masih menunggu tanggapan resmi dari pihak Tiongkok.

Baca Juga: Trump Isyaratkan Terobosan dalam Negosiasi Nuklir dengan Iran

 

Tahun ini, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dijadwalkan mengisi sesi khusus dalam forum tersebut. Anwar diperkirakan akan menyoroti upaya Malaysia dalam menyeimbangkan kepentingan ekonominya dengan relasi antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

 

Shangri-La Dialogue dikenal sebagai ajang bebas dan terbuka, memungkinkan terjadinya perdebatan publik yang jarang muncul di forum lainnya, sekaligus membuka peluang pertemuan bilateral dan multilateral secara lebih tertutup. Namun, para analis menilai format informal ini kecil kemungkinannya menghasilkan terobosan besar terkait isu-isu pelik seperti invasi Rusia ke Ukraina maupun konflik India-Pakistan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X