HANOI,METROSELEBES.COM-Presiden Prancis Emmanuel Macron menandai kunjungan kenegaraan pertamanya ke Vietnam dengan menandatangani serangkaian kesepakatan strategis, termasuk pembelian 20 pesawat Airbus dan kerja sama teknologi satelit, dalam upaya memperkuat pengaruh Prancis di bekas koloninya di tengah tekanan geopolitik global.
Baca Juga: BI Longgarkan Aturan, Perbankan Dapat Napas Baru Jelang Paruh Kedua 2025
Kesepakatan bernilai miliaran dolar ini ditandatangani di Istana Kepresidenan Hanoi pada Senin, bertepatan dengan meningkatnya ketegangan dagang antara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengancam akan mengenakan tarif 50% terhadap produk-produk Eropa mulai Juni, memicu kekhawatiran besar di Brussels dan negara-negara mitra dagang lainnya, termasuk Vietnam.
Baca Juga: Hong Kong Siap Tampung Mahasiswa Asing Usai Harvard Dilarang Terima Pelajar Internasional
Kesepakatan Strategis Prancis–Vietnam. Dalam kunjungan bersejarah ini — yang juga menjadi kunjungan pertama seorang presiden Prancis ke Vietnam dalam hampir satu dekade — Macron dan Presiden Vietnam Luong Cuong menandatangani berbagai nota kesepahaman, mulai dari pembelian pesawat, kerja sama energi nuklir, pengembangan jaringan kereta api, satelit pengamatan bumi, hingga vaksin dari perusahaan farmasi Sanofi.
Secara khusus, maskapai berbiaya rendah VietJet akan menerima 20 unit Airbus A330neo wide-body, melanjutkan kesepakatan pembelian serupa yang diumumkan tahun lalu. Airbus sendiri saat ini memasok sekitar 86% dari total armada pesawat di Vietnam, menurut data Cirium, perusahaan analitik penerbangan.
Baca Juga: Sejarah Baru! Inggris Cetak Rekor Enam Wakil di Liga Champions
Tak hanya di sektor penerbangan sipil, Airbus Defence juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Vietnam untuk pengembangan dan penggantian satelit pengamatan bumi, menggantikan satelit lama yang diluncurkan pada 2013.
Memperkuat Kerja Sama Pertahanan dan Kedaulatan Maritim. Di hadapan pers — tanpa sesi tanya jawab — Macron menegaskan kembali dukungan Prancis terhadap kebebasan navigasi di Laut China Selatan, kawasan yang kerap menjadi sumber ketegangan antara Vietnam dan Tiongkok.
"Hubungan kemitraan kami kini juga mencakup kerja sama pertahanan yang lebih kuat," ujar Macron, menyebutkan proyek-proyek bersama di bidang pertahanan dan luar angkasa.
Artikel Terkait
Empat Perusahaan Asal China Siap Investasi di Indonesia, Danantara Dorong Pabrik Baterai EV dan Data Center
LP2M UIN Palu Dorong Pengembangan Bumdes Desa Gio Timur Lewat Program Desa Binaan
Xabi Alonso Resmi Tangani Real Madrid, Siap Debut di Piala Dunia Antarklub 2025
Puan Maharani Minta Ormas Bergaya Preman Dibubarkan, Negara Jangan Kalah dengan Premanisme
Luna Maya dan Maxime Bouttier Pilih ‘Gas Kerja’ Usai Nikah: Belum Honeymoon, Produktivitas Tetap Nomor Satu
Profil Xabi Alonso, Dari Maestro Lapangan Tengah Jadi Nahkoda Baru Real Madrid
Timnas U-17 Indonesia Satu Grup dengan Brasil di Piala Dunia 2025, Nova Arianto: Bukan Grup Mudah, Tapi Kami Siap Bertarung
Sejarah Baru! Inggris Cetak Rekor Enam Wakil di Liga Champions
Hong Kong Siap Tampung Mahasiswa Asing Usai Harvard Dilarang Terima Pelajar Internasional
BI Longgarkan Aturan, Perbankan Dapat Napas Baru Jelang Paruh Kedua 2025