BI Longgarkan Aturan, Perbankan Dapat Napas Baru Jelang Paruh Kedua 2025

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 26 Mei 2025 | 13:19 WIB
Logo Bank Indonesia terlihat di kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta, Indonesia.
Logo Bank Indonesia terlihat di kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta, Indonesia.

JAKARTA,METROSELEBES.COM-Bank Indonesia (BI) memberikan angin segar bagi sektor perbankan dengan melonggarkan kebijakan likuiditas melalui penurunan persyaratan cadangan sekunder dari 5% menjadi 4%. Kebijakan ini mulai berlaku pada Juni mendatang dan diperkirakan akan memberikan fleksibilitas pengelolaan likuiditas senilai Rp78,45 triliun atau sekitar 4,84 miliar dolar AS bagi perbankan nasional.

Baca Juga: Hong Kong Siap Tampung Mahasiswa Asing Usai Harvard Dilarang Terima Pelajar Internasional

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro, mengungkapkan langkah ini dalam konferensi pers pada Senin (26/05/2025), sebagai bagian dari strategi bank sentral untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global.

 

“Kebijakan ini memungkinkan bank memiliki ruang yang lebih besar untuk mengelola likuiditas, mendorong penyaluran kredit, dan memperkuat stabilitas sistem keuangan,” kata Solikin.

Baca Juga: Sejarah Baru! Inggris Cetak Rekor Enam Wakil di Liga Champions

Selain relaksasi cadangan sekunder, BI juga akan menaikkan batas maksimum pendanaan asing yang dapat dihimpun oleh bank-bank lokal, dari sebelumnya 30% menjadi 35% dari modal inti. Kebijakan ini juga efektif mulai Juni dan bertujuan untuk meningkatkan sumber pembiayaan serta memperkuat struktur pendanaan industri perbankan.

 

Langkah-langkah ini diumumkan menyusul keputusan BI pekan lalu yang memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya sejak September, sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global dan domestik.

Baca Juga: Timnas U-17 Indonesia Satu Grup dengan Brasil di Piala Dunia 2025, Nova Arianto: Bukan Grup Mudah, Tapi Kami Siap Bertarung

Dengan kombinasi pelonggaran moneter dan kebijakan makroprudensial, BI berharap dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X