Optimisme terhadap kesepakatan dengan Eropa menguat setelah Trump lebih dulu menandatangani perjanjian dagang dengan Jepang awal pekan ini. Dalam perjanjian tersebut, sektor otomotif Jepang—yang menyumbang lebih dari seperempat ekspor Jepang ke AS—mendapatkan pemotongan tarif dari 27,5% menjadi 15%.
Jika Uni Eropa juga berhasil mencapai kesepakatan serupa, khususnya dalam sektor otomotif yang mencakup sekitar 10% dari ekspor kawasan itu ke AS, hal ini akan menjadi pencapaian besar. "Pengurangan tarif otomotif ke 15% akan menjadi hal yang signifikan bagi Eropa," tulis analis dari Capital Economics dalam catatan risetnya.
Baca Juga: Bhabinkamtibmas Peraih Hoegeng Awards 2025 Akhirnya Bisa Bertugas Dekat Keluarga
Sementara itu, para investor juga memantau perkembangan hubungan dagang antara AS dan Tiongkok. Pejabat dari kedua negara dijadwalkan bertemu di Stockholm minggu depan untuk membahas kemungkinan perpanjangan tenggat negosiasi yang saat ini ditetapkan pada 12 Agustus.
Dengan sejumlah pertemuan penting di depan mata, pasar keuangan global bersiap menyambut minggu yang berpotensi menentukan arah ekonomi dunia ke depan.
Artikel Terkait
AvtoVAZ Pertimbangkan Kerja 4 Hari Seminggu di Tengah Penurunan Penjualan dan Persaingan Ketat dari China
Bupati Gunungkidul Soroti Penggunaan Bansos, Beli Rokok dan Skincare Dianggap Mampu
Revolusi Koperasi Desa, Prabowo Luncurkan 80 Ribu KOPDES Merah Putih
Dihajar Massa Usai Curi Motor Saat Salat Jumat, Warga Geram dan Serukan Keadilan Sosial
Pembunuhan Sadis di Dubesi Gegerkan Warga, Motif Belum Terungkap
Bhabinkamtibmas Peraih Hoegeng Awards 2025 Akhirnya Bisa Bertugas Dekat Keluarga
Hyundai Motor Alami Penurunan Laba Q2, Peringatkan Dampak Lebih Besar dari Tarif AS di Kuartal Berikutnya
Nathalie Holscher Minta Maaf Usai Konten Parodi Bareng DJ Panda Dianggap Sindir Kehamilan Erika Carlina
Disukai Anak Muda, Yamaha Grand Filano Ternyata Masih Punya Kekurangan yang Jadi Sorotan Netizen
Kebersamaan TNI dan Warga Warnai Pembangunan Infrastruktur di TMMD ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi