Bupati Gunungkidul Soroti Penggunaan Bansos, Beli Rokok dan Skincare Dianggap Mampu

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Rabu, 23 Juli 2025 | 04:42 WIB
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih ingatkan penerima bansos untuk hanya menggunakan uang bagi kebutuhan pokok.  (Foto : Instagram/endah_subekti_k)
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih ingatkan penerima bansos untuk hanya menggunakan uang bagi kebutuhan pokok. (Foto : Instagram/endah_subekti_k)

GUNUNGKIDUL, METROSELEBES.COM – Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan perlunya pengetatan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat.

Bupati menyoroti masih adanya penerima bansos yang menggunakan bantuan untuk membeli kebutuhan non-pokok seperti rokok dan skincare.

Baca Juga: 405 Ribu KPM Akhirnya Terima Bansos Setelah Gagal Salur, Pemerintah Genjot Perbaikan Data

Hal itu disampaikan Endah saat menghadiri peluncuran bantuan beras bagi warga kurang mampu di Balai Kelurahan Kepek, Kapanewon Saptosari, Selasa, 22 Juli 2025.

“Kami sampaikan kepada warga masyarakat khususnya penerima bansos dari pemerintah bahwa kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, papan,” ujar Endah.

Menurutnya, selama masyarakat masih mendapat bantuan pangan dari pemerintah, mereka harus mendisiplinkan diri dalam penggunaan keuangan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Luncurkan 80.000 Koperasi Merah Putih Serentak, Wujud Nyata Kemandirian Ekonomi Desa

Bupati bahkan meminta aparat kelurahan untuk menilai kembali kelayakan penerima bansos jika masih kedapatan membeli rokok maupun produk perawatan kulit.

“Kalau masih merokok, beli skincare dan sebagainya, ya kami mohon Pak Lurah mempertimbangkan kembali. Bisa jadi yang bersangkutan sebenarnya mampu,” tegasnya.

Endah juga menyebut, musyawarah di tingkat dusun atau kelurahan dapat menjadi forum untuk menentukan apakah seseorang masih layak menerima bantuan atau tidak.

“Ukurannya seperti itu. Kalau masih mampu beli hal-hal di luar kebutuhan pokok, layak dipertanyakan. Masih banyak yang benar-benar membutuhkan,” imbuhnya.

Baca Juga: Uang Tunai Gantikan Beras: Bansos Rp200 Ribu/Bulan Jadi Andalan Nutrisi Rakyat

Ia menegaskan bahwa upaya keluar dari kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan pemerintah, melainkan juga harus muncul dari keinginan warga sendiri untuk hidup hemat dan menabung demi masa depan.

“Kalau mengubah nasibnya sendiri saja tidak mau, hidup prihatin saja tidak mau, lalu kenapa negara harus memikirkannya terus?” pungkasnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X