JAKARTA, METROSELEBES.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program 80 ribu Koperasi Desa (KOPDES) Merah Putih, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat desa.
Peluncuran program ini menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional yang mengedepankan kemandirian ekonomi berbasis komunitas dan koperasi.
KOPDES Merah Putih dirancang untuk menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Baca Juga: BYD Tunda Produksi Massal di Pabrik Hongaria, Fokus ke Turki untuk Produksi Lebih Cepat dan Murah
Melalui koperasi ini, setiap warga negara Indonesia berhak menjadi anggota di wilayah tempat tinggalnya, hanya dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas keanggotaan. Sistem berbasis NIK ini diharapkan mempermudah akses masyarakat ke koperasi serta mempercepat inklusi keuangan di pelosok negeri.
“Partisipasi aktif masyarakat sangat penting, tidak hanya dalam membangun koperasi, tetapi juga dalam mengawasi operasionalnya agar tetap kredibel dan berkelanjutan,” tulis akun resmi @kopdesmerahputih dalam unggahan video peluncuran program tersebut.
Baca Juga: Hadiri Sidang di MK, Lesti Kejora Ungkap Ketidaknyamanan Usai Dilaporkan Terkait Hak Cipta
Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, yang turut mendampingi peluncuran program ini, menyatakan bahwa koperasi desa merupakan tulang punggung ekonomi nasional.
Ia menekankan pentingnya penguatan koperasi melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2023, terdapat sekitar 127.000 koperasi aktif di Indonesia, namun mayoritas masih terkonsentrasi di perkotaan.
Baca Juga: Seluruh Korban KM Barcelona VA Ditemukan, Menhub Pastikan Proses Evakuasi Tuntas
Dengan hadirnya 80 ribu KOPDES Merah Putih, jumlah koperasi desa diproyeksikan melonjak lebih dari 60%, memberikan efek ekonomi langsung pada lebih dari 40 juta warga desa.
Menurut laporan Bank Indonesia, literasi dan inklusi keuangan di pedesaan masih tertinggal, yakni di bawah 60%. KOPDES Merah Putih diharapkan menjadi jembatan percepatan inklusi tersebut.
Artikel Terkait
Elliott Desak Ketua Baru BP Atasi Kinerja Operasional yang Buruk
Gedung Baru BNN Sulteng Diresmikan, Simbol Komitmen Perangi Narkoba
Dedi Mulyadi Kukuh Larang Study Tour, Sebut Pendidikan Bukan Ajang Piknik
Erick Thohir Kecewa Timnas U-23 Gagal Kalahkan Malaysia: Jangan Hanya Bisa Lawan Brunei..!
Canggih Tapi Kurang Nyaman, Wuling Air ev Dapat Sorotan Soal Jok dan Posisi Duduk
Seluruh Korban KM Barcelona VA Ditemukan, Menhub Pastikan Proses Evakuasi Tuntas
Hadiri Sidang di MK, Lesti Kejora Ungkap Ketidaknyamanan Usai Dilaporkan Terkait Hak Cipta
BYD Tunda Produksi Massal di Pabrik Hongaria, Fokus ke Turki untuk Produksi Lebih Cepat dan Murah
AvtoVAZ Pertimbangkan Kerja 4 Hari Seminggu di Tengah Penurunan Penjualan dan Persaingan Ketat dari China
Bupati Gunungkidul Soroti Penggunaan Bansos, Beli Rokok dan Skincare Dianggap Mampu