SEOUL,METROSELEBES.COM-Hyundai Motor Co. melaporkan penurunan laba operasional pada kuartal kedua tahun ini seiring mulai terasa dampak dari tarif Amerika Serikat terhadap kendaraan dan suku cadang. Produsen mobil asal Korea Selatan itu juga memperingatkan bahwa tekanan dari tarif akan semakin besar pada kuartal ketiga, menyusul belum tercapainya kesepakatan dagang antara Seoul dan Washington. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (25/07/2025).
Baca Juga: Bhabinkamtibmas Peraih Hoegeng Awards 2025 Akhirnya Bisa Bertugas Dekat Keluarga
Laba operasional Hyundai untuk periode April hingga Juni tercatat sebesar 3,6 triliun won ($2,64 miliar), turun 16% dibandingkan dengan 4,28 triliun won pada periode yang sama tahun lalu. Angka ini sedikit di atas ekspektasi pasar sebesar 3,5 triliun won, berdasarkan konsensus 22 analis LSEG SmartEstimate.
Perusahaan mengungkapkan bahwa tarif AS telah menggerus keuntungan hingga 828 miliar won ($606,37 juta) pada kuartal kedua. Dampaknya diperkirakan akan lebih besar pada kuartal ketiga, seiring berlanjutnya kebijakan tarif 25% untuk kendaraan dan komponen impor dari Korea Selatan.
Meskipun tekanan meningkat, Hyundai tetap mempertahankan target laba tahunannya, namun akan mengevaluasi kembali proyeksi tersebut setelah tenggat waktu 1 Agustus terkait implementasi tarif timbal balik.
Baca Juga: Pembunuhan Sadis di Dubesi Gegerkan Warga, Motif Belum Terungkap
CFO Hyundai Motor, Lee Seung-jo, menyebutkan bahwa ada kemungkinan tarif terhadap mobil Korea akan “sedikit turun” dari tingkat saat ini, namun sulit diprediksi seberapa besar penurunannya. Ketidakpastian ini menambah beban bagi para pejabat Korea Selatan yang kini berada di bawah tekanan untuk segera mencapai kesepakatan perdagangan, terutama setelah Jepang berhasil mencapai kesepakatan dengan AS untuk menurunkan tarif menjadi 15% dan menghindari sanksi tambahan.
Kementerian Keuangan Korea Selatan menyatakan bahwa pertemuan penting antara pejabat tinggi Seoul dan Washington yang dijadwalkan pada Jumat, harus ditunda karena konflik jadwal Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Reaksi pasar terhadap laporan keuangan tersebut negatif, dengan saham Hyundai turun 2% usai pengumuman. Analis dari Kiwoom Securities, Shin Yoon-chul, mengatakan bahwa Hyundai perlu meyakinkan investor bahwa mereka memiliki strategi efektif untuk mengatasi ketidakpastian tarif ini. Namun, perusahaan belum memberikan pernyataan tegas, seperti halnya pada laporan kuartal sebelumnya, yang menurut Shin dapat meningkatkan kekhawatiran di kalangan investor asing.
Artikel Terkait
Canggih Tapi Kurang Nyaman, Wuling Air ev Dapat Sorotan Soal Jok dan Posisi Duduk
Seluruh Korban KM Barcelona VA Ditemukan, Menhub Pastikan Proses Evakuasi Tuntas
Hadiri Sidang di MK, Lesti Kejora Ungkap Ketidaknyamanan Usai Dilaporkan Terkait Hak Cipta
BYD Tunda Produksi Massal di Pabrik Hongaria, Fokus ke Turki untuk Produksi Lebih Cepat dan Murah
AvtoVAZ Pertimbangkan Kerja 4 Hari Seminggu di Tengah Penurunan Penjualan dan Persaingan Ketat dari China
Bupati Gunungkidul Soroti Penggunaan Bansos, Beli Rokok dan Skincare Dianggap Mampu
Revolusi Koperasi Desa, Prabowo Luncurkan 80 Ribu KOPDES Merah Putih
Dihajar Massa Usai Curi Motor Saat Salat Jumat, Warga Geram dan Serukan Keadilan Sosial
Pembunuhan Sadis di Dubesi Gegerkan Warga, Motif Belum Terungkap
Bhabinkamtibmas Peraih Hoegeng Awards 2025 Akhirnya Bisa Bertugas Dekat Keluarga