Hyundai Motor Alami Penurunan Laba Q2, Peringatkan Dampak Lebih Besar dari Tarif AS di Kuartal Berikutnya

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 25 Juli 2025 | 11:06 WIB
Hyundai Motor meluncurkan NEXO terbaru di Seoul Mobility Show 2025 yang digelar di Goyang, Korea Selatan, pada 3 April 2025. Source FOTO: REUTERS
Hyundai Motor meluncurkan NEXO terbaru di Seoul Mobility Show 2025 yang digelar di Goyang, Korea Selatan, pada 3 April 2025. Source FOTO: REUTERS

SEOUL,METROSELEBES.COM-Hyundai Motor Co. melaporkan penurunan laba operasional pada kuartal kedua tahun ini seiring mulai terasa dampak dari tarif Amerika Serikat terhadap kendaraan dan suku cadang. Produsen mobil asal Korea Selatan itu juga memperingatkan bahwa tekanan dari tarif akan semakin besar pada kuartal ketiga, menyusul belum tercapainya kesepakatan dagang antara Seoul dan Washington. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (25/07/2025).

Baca Juga: Bhabinkamtibmas Peraih Hoegeng Awards 2025 Akhirnya Bisa Bertugas Dekat Keluarga

Laba operasional Hyundai untuk periode April hingga Juni tercatat sebesar 3,6 triliun won ($2,64 miliar), turun 16% dibandingkan dengan 4,28 triliun won pada periode yang sama tahun lalu. Angka ini sedikit di atas ekspektasi pasar sebesar 3,5 triliun won, berdasarkan konsensus 22 analis LSEG SmartEstimate.

 

Perusahaan mengungkapkan bahwa tarif AS telah menggerus keuntungan hingga 828 miliar won ($606,37 juta) pada kuartal kedua. Dampaknya diperkirakan akan lebih besar pada kuartal ketiga, seiring berlanjutnya kebijakan tarif 25% untuk kendaraan dan komponen impor dari Korea Selatan.

 

Meskipun tekanan meningkat, Hyundai tetap mempertahankan target laba tahunannya, namun akan mengevaluasi kembali proyeksi tersebut setelah tenggat waktu 1 Agustus terkait implementasi tarif timbal balik.

Baca Juga: Pembunuhan Sadis di Dubesi Gegerkan Warga, Motif Belum Terungkap

CFO Hyundai Motor, Lee Seung-jo, menyebutkan bahwa ada kemungkinan tarif terhadap mobil Korea akan “sedikit turun” dari tingkat saat ini, namun sulit diprediksi seberapa besar penurunannya. Ketidakpastian ini menambah beban bagi para pejabat Korea Selatan yang kini berada di bawah tekanan untuk segera mencapai kesepakatan perdagangan, terutama setelah Jepang berhasil mencapai kesepakatan dengan AS untuk menurunkan tarif menjadi 15% dan menghindari sanksi tambahan.

 

Kementerian Keuangan Korea Selatan menyatakan bahwa pertemuan penting antara pejabat tinggi Seoul dan Washington yang dijadwalkan pada Jumat, harus ditunda karena konflik jadwal Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

 

Reaksi pasar terhadap laporan keuangan tersebut negatif, dengan saham Hyundai turun 2% usai pengumuman. Analis dari Kiwoom Securities, Shin Yoon-chul, mengatakan bahwa Hyundai perlu meyakinkan investor bahwa mereka memiliki strategi efektif untuk mengatasi ketidakpastian tarif ini. Namun, perusahaan belum memberikan pernyataan tegas, seperti halnya pada laporan kuartal sebelumnya, yang menurut Shin dapat meningkatkan kekhawatiran di kalangan investor asing.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X