Trump Serang Perdagangan Global Lewat Gelombang Tarif Baru, EU Berlomba Capai Kesepakatan

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 10 Juli 2025 | 01:22 WIB
Pemandangan dari drone menunjukkan kontainer-kontainer yang ditumpuk di pelabuhan Rotterdam di Rotterdam, Belanda, 9 Juli 2025. Source FOTO: REUTERS
Pemandangan dari drone menunjukkan kontainer-kontainer yang ditumpuk di pelabuhan Rotterdam di Rotterdam, Belanda, 9 Juli 2025. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON/BRUSSELS,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang peta perdagangan dunia dengan mengumumkan serangkaian tarif baru kepada tujuh mitra dagang minor pada Rabu (9/7), selagi negosiasi perdagangan dengan Uni Eropa memasuki tahap krusial. Langkah ini menyusul pengenaan tarif besar-besaran terhadap negara-negara besar Asia awal pekan ini dan menandai titik tertinggi tarif AS sejak tahun 1934. Seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (10/07/2025).

Baca Juga: Anggaran Boleh Naik, Tapi Keadilan Harus Ditegakkan: Seruan dari Timur Indonesia

Dalam unggahannya di platform media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa mulai 1 Agustus, AS akan memberlakukan tarif sebesar 20% atas barang-barang dari Filipina, 30% atas barang dari Sri Lanka, Aljazair, Irak, dan Libya, serta 25% terhadap Brunei dan Moldova.

 

Meski belum mengirimkan surat resmi ke Uni Eropa, Trump sebelumnya mengatakan bahwa ia akan mengeluarkan sedikitnya tujuh pemberitahuan tarif pada Rabu pagi, dan kemungkinan menambah lebih banyak lagi di sore harinya. Tarif tersebut merupakan kelanjutan dari 14 surat yang telah dikirimkan sebelumnya, termasuk bea masuk 25% terhadap Jepang dan Korea Selatan — dua pemasok utama AS. Semua tarif dijadwalkan berlaku mulai 1 Agustus, kecuali jika tercapai kesepakatan dagang sebelumnya.

 

Tak hanya itu, Trump juga telah memberlakukan tarif sebesar 50% untuk tembaga impor dan mengisyaratkan bahwa bea masuk atas semikonduktor dan produk farmasi akan segera diumumkan. Gelombang tarif mendadak ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku bisnis global dan memperburuk ketidakpastian ekonomi dunia.

Baca Juga: Mahkamah Agung AS Izinkan Trump Lanjutkan Rencana PHK Massal Pegawai Federal

Negosiasi Maju dengan Uni Eropa

 

Di tengah derasnya tekanan tarif, Trump mengungkapkan bahwa negosiasi dengan Uni Eropa dan China "berjalan dengan baik". Ia menyebut bahwa hubungan perdagangan dengan blok Eropa kini jauh lebih positif dibandingkan sebelumnya.

 

"Mereka memperlakukan kita dengan sangat buruk sebelumnya, tapi sekarang sangat baik. Seperti dunia yang berbeda," ujar Trump.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X