WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Selasa (waktu setempat) membuka jalan bagi Presiden Donald Trump untuk melanjutkan rencana kontroversialnya melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap pegawai pemerintah federal. Putusan ini memungkinkan Trump menjalankan kebijakan efisiensi yang dapat berdampak pada puluhan ribu pemutusan hubungan kerja (PHK) dan mengubah struktur birokrasi federal secara drastis. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (09/07/2025).
Baca Juga: Penjualan Global Porsche Turun di Semester Pertama 2025, Pasar China Jadi Pemicu Utama
Putusan tersebut merupakan tanggapan atas gugatan terhadap perintah eksekutif Trump yang dikeluarkan pada Februari lalu, yang menginstruksikan berbagai instansi untuk bersiap menghadapi PHK skala besar. Beberapa departemen utama yang terdampak termasuk Departemen Pertanian, Perdagangan, Kesehatan dan Layanan Masyarakat, Luar Negeri, Keuangan, Urusan Veteran, serta lebih dari selusin lembaga pemerintah lainnya.
Dalam perintah singkat yang tidak ditandatangani, Mahkamah menyatakan bahwa pemerintahan Trump “kemungkinan besar akan berhasil” membuktikan bahwa kebijakan tersebut sah secara hukum dan termasuk dalam wewenangnya sebagai presiden.
Putusan ini juga membatalkan keputusan sebelumnya dari Hakim Distrik AS di San Francisco, Susan Illston, yang pada Mei lalu sempat memblokir sementara pelaksanaan PHK massal tersebut. Illston sebelumnya menyatakan bahwa Trump melampaui kewenangannya karena memerintahkan restrukturisasi pemerintah tanpa persetujuan Kongres — lembaga yang secara konstitusional memiliki hak membentuk dan mendanai lembaga-lembaga pemerintah.
Baca Juga: Ketegangan Tarif AS dan Konflik Perbatasan Bayangi Pertemuan Menlu ASEAN di Malaysia
Meski Mahkamah Agung membuka pintu bagi kebijakan PHK massal, mereka menegaskan bahwa belum menilai legalitas rencana PHK di setiap instansi secara individual. Artinya, implementasi di tingkat kementerian tetap bisa digugat lebih lanjut oleh serikat pekerja, berdasarkan undang-undang perlindungan pegawai sipil, serta batasan hukum lainnya.
Kritik dan Dukungan
Gedung Putih menyambut baik keputusan tersebut. Juru bicara presiden, Harrison Fields, menyebutnya sebagai “kemenangan tegas” yang memperkuat otoritas Trump dalam menjalankan efisiensi di seluruh pemerintahan federal.
Artikel Terkait
Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp63,7 Triliun untuk 2026, Fokus pada Armada, SDM dan Kesejahteraan Personel
Toyota Luncurkan Kijang Super 2026; Intip Interior, Fitur, Teknologi dan Tampilannya..!
Mercedes Benz Hadir Dengan Konsep Futuristik, Gabungkan Teknologi Canggih dan Gaya Hidup Modern
Investasi Gagal? Sejumlah Kantor OMC Ditutup di Daerah Sulawesi Tengah
Wakil Wali Kota Palu Terima Kunjungan Mister Miss Sulawesi Tengah, Siap Bersinergi Promosikan Daerah
5 Alasan Konsumen Diminta Jangan Terburu-Buru Beli Mobil Listrik: Dari SPKLU Langka Hingga Biaya Baterai Selangit
Viral! Anak Pedagang Es Keliling Diterima di ITB, Rumah Penuh Trofi Sejak SD
Menteri Agama Buka Peluang Haji dan Umrah Pakai Kapal Laut
Ketegangan Tarif AS dan Konflik Perbatasan Bayangi Pertemuan Menlu ASEAN di Malaysia
Penjualan Global Porsche Turun di Semester Pertama 2025, Pasar China Jadi Pemicu Utama