5 Alasan Konsumen Diminta Jangan Terburu-Buru Beli Mobil Listrik: Dari SPKLU Langka Hingga Biaya Baterai Selangit

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Rabu, 9 Juli 2025 | 06:03 WIB
Foto ilustrasi mobil listrik. ( Foto : Unsplash/MichaelFousert)
Foto ilustrasi mobil listrik. ( Foto : Unsplash/MichaelFousert)

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Di tengah gencarnya promosi dan insentif dari pemerintah untuk kendaraan listrik, muncul suara-suara kritis yang mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan membeli mobil listrik.

Salah satunya datang dari channel YouTube Chris Delano yang menyuguhkan ulasan tajam dari sudut pandang konsumen.

Baca Juga: Mercedes Benz Hadir Dengan Konsep Futuristik, Gabungkan Teknologi Canggih dan Gaya Hidup Modern

Dalam video yang diunggah belum lama ini, Chris membeberkan lima alasan utama mengapa masyarakat perlu berpikir ulang sebelum meminang kendaraan ramah lingkungan tersebut. Ia menyoroti berbagai tantangan nyata yang dihadapi pemilik mobil listrik, yang kerap luput dari perhatian publik.

1. Infrastruktur Pengisian Daya Masih Minim

Ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) disebut masih sangat terbatas, terutama di luar wilayah Jakarta dan kota-kota besar.

“Sulit menemukan SPKLU di luar Jakarta atau kota-kota besar, seperti di tol Jawa atau daerah,” sebut narasi dalam video, dikutip Selasa, 8 Juli 2025.

Baca Juga: Toyota Luncurkan Kijang Super 2026; Intip Interior, Fitur, Teknologi dan Tampilannya..!

Tak hanya soal ketersediaan, antrean panjang dan kerusakan alat pengisi daya juga jadi keluhan. Salah satu contoh disebutkan adalah pengguna yang harus menunggu hampir satu jam di rest area karena hanya tersedia satu unit charger yang berfungsi.

2. Harga Mobil Listrik Masih Terbilang Mahal

Harga jual mobil listrik dinilai belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, beberapa merek dijual dengan banderol lebih tinggi dibandingkan di negara asalnya.

“Mobil listrik belum terjangkau untuk semua orang,” tegas ulasan itu, menggarisbawahi bahwa daya beli konsumen Indonesia masih menjadi tantangan dalam penetrasi kendaraan listrik.

3. Nilai Jual Kembali Belum Jelas

Bagi konsumen yang rutin mengganti mobil setiap beberapa tahun, mobil listrik dianggap belum memberikan kepastian harga jual kembali yang stabil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X