Inilah Kekuatan dan Senjata Iran Yang Paling Mematikan dan Bisa Melumpuhkan Dunia Jika Dikeluarkan..!

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Jumat, 4 Juli 2025 | 06:45 WIB
Militer Iran saat melakukan patroli di selat Hormoz. (Foto : Tangkapan Layar Youtube Geografyi)
Militer Iran saat melakukan patroli di selat Hormoz. (Foto : Tangkapan Layar Youtube Geografyi)

DUBAI, METROSELEBES.COM – Di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat, dunia kini menatap penuh kecemasan ke sebuah titik sempit di peta yakni Selat Hormuz.

Dunia tahu bahwa senjata paling mematikan Iran bukan hanya rudal, bukan drone dan bukan pula senjata nuklir, tapi Selat Hormuz. Ya Selat Hormuz merupakan senjata Iran yang bisa melumpuhkan perekonomian global dalam hitungan hari jika Iran mengeluarkan kebijakan penutupan Selat Hormuz.

Baca Juga: Senat AS Gagalkan Upaya Batasi Langkah Militer Trump terhadap Iran

Selat strategis yang menghubungkan Teluk Persia ke Laut Arab ini menjadi jalur vital bagi lebih dari 20% perdagangan minyak dunia.

Setiap hari, sekitar 17 juta barel minyak melewati jalur ini. Sekali saklar ini dimatikan, dunia akan kehilangan akses terhadap salah satu sumber energi utama dan paling sensitif di planet ini.

Beberapa kapal tanker kini dilaporkan mulai memperlambat laju mereka, bahkan ada yang memilih putar balik demi menghindari potensi konflik.

Pengiriman energi masih berjalan, namun berlangsung di bawah bayang-bayang ketegangan dan kekhawatiran global.

Baca Juga: AS Bantah Iran Sembunyikan Uranium Usai Serangan Udara, Hegseth Sebut Program Nuklir Iran Lumpuh Bertahun-tahun

Tak semua negara memiliki ketahanan yang cukup untuk bertahan dalam situasi seperti ini. Jepang dan Korea Selatan menjadi yang paling rentan karena lebih dari 80% pasokan minyak kedua negara ini datang dari Teluk Persia, semuanya melewati Selat Hormuz.

India pun dalam posisi genting. Dengan 40% kebutuhan minyak dan lebih dari 60% impor gas alamnya tergantung pada jalur tersebut, negeri Bollywood hanya memiliki cadangan energi untuk sekitar 80 hari jika krisis benar-benar terjadi.

Cina memiliki cadangan strategis dan jalur darat lewat pipa Rusia. Namun tetap saja, lebih dari 40% minyak yang dikonsumsi negeri Tirai Bambu ini datang melalui jalur laut dari Teluk.

Untuk ekonomi sebesar Cina, sedikit gangguan bisa menciptakan badai ekonomi yang mengguncang kawasan.

Baca Juga: Trump Isyaratkan Pelonggaran Sanksi Minyak Iran Demi Pemulihan Ekonomi Teheran

Meski bukan pengimpor utama dari Hormuz, negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand tetap tak kebal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X