GAZA, METROSELEBES.COM – Krisis kemanusiaan di Palestina terkhusus kondisi Gaza terkini terus memburuk.
Muhammad Hussein Gaza, seorang aktivis kemanusiaan Gaza, mengungkapkan fakta memilukan bahwa dalam kurun 20 bulan dan saat ini rata-rata sekitar 80 sampai 100 warga Gaza meninggal dunia setiap harinya akibat dampak perang berkepanjangan, keterbatasan akses medis, serta kehancuran infrastruktur vital.
Dalam pernyataannya, Hussein menekankan bahwa angka kematian harian tersebut mencerminkan kondisi darurat yang sudah berada di luar batas kemanusiaan. “Setiap hari warga gaza kehilangan sekitar 80-100 jiwa.
Baca Juga: AS dan Sekutu Indo-Pasifik Luncurkan Langkah Strategis di Sektor Mineral
Banyak dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Ini bukan lagi tentang konflik, ini sudah menjadi bencana kemanusiaan,” ujar Hussein dengan nada pilu.
Laporan ini selaras dengan data yang dilansir berbagai lembaga kemanusiaan internasional seperti WHO dan UN OCHA, yang mencatat lonjakan kematian di Gaza selama beberapa bulan terakhir akibat serangan, kelaparan, serta minimnya bantuan medis yang bisa masuk ke wilayah tersebut.
Sejumlah rumah sakit di Gaza kini lumpuh total. Keterbatasan obat-obatan, tenaga medis yang kewalahan, dan suplai listrik yang tak menentu membuat banyak korban tak bisa diselamatkan.
Baca Juga: Dua Warga Negara China Dituduh Rekrut Anggota Militer AS untuk Mata-Mata
“Kami tidak hanya kekurangan makanan dan air bersih, kami bahkan tidak punya cukup tempat untuk menguburkan para syuhada,” lanjut Hussein.
Sementara itu, seruan dunia internasional untuk gencatan senjata dan pengiriman bantuan kemanusiaan semakin menguat.
Namun, hingga kini, akses masuk bantuan ke Gaza masih dihadang berbagai kendala, mulai dari blokade Israel, serangan udara, hingga birokrasi yang berlarut-larut.
Dalam pernyataan lain Hussein menyampaikan pernyataannya dengan harapan agar dunia tidak tinggal diam.
“warga gaza tidak butuh belas kasihan, mereka hanya butuh tindakan nyata. Hentikan genosida ini. Gaza sedang sekarat,” tegasnya.***
Artikel Terkait
Wali Kota Palu dan Rektor UIN Datokarama Bahas Kolaborasi Pendidikan dan Pengembangan UMKM
Sunatan Massal Berujung Luka Serius, Ibu Korban Tuntut Pertanggungjawaban Tenaga Medis Diduga P3K
HUT Bhayangkara ke-79, Presiden Prabowo Minta Polisi Turun ke Rakyat dan Rasakan Penderitaan Warga
Suzuki Fronx Tampil Elegan, Tapi Ini Deretan Kekurangannya yang Perlu Diketahui
Hari Bhayangkara ke-79, Kapolda Sulteng Umrohkan 6 Penggali Kubur dan Pengurus Jenazah
Penjualan Mobil di AS Naik pada Kuartal Kedua, Tapi Ancaman Tarif dan Harga Tinggi Bayangi Paruh Akhir Tahun
Ferrari Amalfi Resmi Diluncurkan: Coupe Bertenaga V8 Ini Siap Jadi Penerus Roma Sebelum Era Mobil Listrik Dimulai
Zakir Naik Safari Dakwah di Indonesia: Guncang Surakarta hingga Jakarta dengan 12 Kamera Mewah, ini jadwalnya
Dua Warga Negara China Dituduh Rekrut Anggota Militer AS untuk Mata-Mata
AS dan Sekutu Indo-Pasifik Luncurkan Langkah Strategis di Sektor Mineral