Trump Isyaratkan Pelonggaran Sanksi Minyak Iran Demi Pemulihan Ekonomi Teheran

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 26 Juni 2025 | 06:41 WIB
Kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz, 21 Desember 2018. Source FOTO: REUTERS
Kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz, 21 Desember 2018. Source FOTO: REUTERS

THE HAGUE,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang pelonggaran penerapan sanksi minyak terhadap Iran dalam upaya mendukung rekonstruksi negara tersebut pascakonflik, meskipun menegaskan bahwa tekanan maksimum terhadap Teheran belum dicabut. Seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (26/06/2025).

Baca Juga: Rutte Sebut Trump seperti Ayah di Tengah Perkelahian Anak Sekolah, Puji Peran Kunci dalam Perdamaian Iran-Israel

Berbicara dalam konferensi pers di sela-sela KTT NATO, Trump menyatakan bahwa Iran akan memerlukan dana besar untuk membangun kembali infrastrukturnya. “Mereka akan membutuhkan uang untuk membenahi negara itu. Kami ingin melihat hal itu terjadi,” ujar Trump ketika ditanya apakah Washington tengah mempertimbangkan pelonggaran sanksi minyak terhadap Iran.

 

Pernyataan Trump muncul sehari setelah ia mengindikasikan bahwa China dapat terus membeli minyak dari Iran, menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel. Namun, Gedung Putih segera mengklarifikasi bahwa komentar tersebut bukan merupakan sinyal resmi pelonggaran sanksi AS terhadap Iran.

Baca Juga: Trump Nyatakan Perang Iran-Israel Sebagai “Kemenangan Bersama”, Reformasi Dalam Negeri Iran Mengemuka

Trump sebelumnya telah menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap kilang independen China—dikenal sebagai "teapot refiners"—serta operator pelabuhan yang terlibat dalam pembelian minyak mentah Iran. Langkah itu merupakan bagian dari kampanye "tekanan maksimum" untuk mengekang pendapatan minyak Iran yang digunakan dalam program nuklir dan militernya.

 

Steve Witkoff, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, menyebut komentar presiden sebagai sinyal diplomatik kepada Beijing. “Itu adalah sinyal kepada China bahwa kami ingin bekerja sama, bukan merusak perekonomian mereka,” ujar Witkoff kepada CNBC. Ia menambahkan bahwa pesan tersebut juga ditujukan secara tidak langsung kepada Teheran.

Baca Juga: Ketegangan Timur Tengah Mereda, Fokus Pasar Beralih ke Powell dan Prospek Pemangkasan Suku Bunga

China, sebagai pembeli terbesar minyak mentah Iran, telah lama menentang sanksi unilateral AS terhadap sektor energi Iran. Menurut Witkoff, kolaborasi antara Washington dan Beijing dapat membuka ruang diplomasi yang lebih luas, termasuk dalam upaya menstabilkan Timur Tengah.

Baca Juga: Trump Yakinkan Komitmen ke NATO saat Aliansi Sepakati Target Belanja Pertahanan 5% PDB

Meskipun belum ada perubahan kebijakan resmi, sinyal dari Trump menunjukkan kemungkinan pergeseran pendekatan Washington terhadap Iran, khususnya dalam fase pascakonflik yang memerlukan dukungan ekonomi internasional.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X