BRUSSELS,METROSELEBES.COM-Rencana akuisisi senilai $36 miliar antara raksasa makanan ringan Mars Inc. dan produsen Pringles, Kellanova, resmi mendapat persetujuan dari otoritas antimonopoli Amerika Serikat. Namun, berbeda dengan sikap Washington, regulator Uni Eropa justru membuka penyelidikan menyeluruh atas kesepakatan besar tersebut, dengan kekhawatiran bahwa merger ini dapat mendorong kenaikan harga bagi konsumen di benua biru.
Baca Juga: China-Taiwan Memanas: Perang Narasi Sejarah dan Klaim Kedaulatan Kian Tajam
Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) menyatakan bahwa merger tersebut tidak memenuhi standar sebagai penggabungan usaha yang menghambat persaingan. Dalam pernyataannya, Direktur Biro Persaingan FTC, Daniel Guarnera, menegaskan, “Tugas kami adalah memastikan apakah ada pelanggaran hukum yang bisa dibuktikan di pengadilan. Jika tidak ada, maka kami harus memberi jalan.” Dengan pernyataan itu, FTC mengakhiri tinjauan awalnya dan menyetujui akuisisi tersebut.
Mars menyambut baik keputusan tersebut dan menyatakan bahwa semua persetujuan regulasi telah dikantongi kecuali dari Uni Eropa. Perusahaan berharap transaksi ini dapat diselesaikan pada akhir tahun 2025.
Baca Juga: Studi Ungkap: Strategi Pinjaman China Hambat Kemandirian Keuangan Negara Berkembang
Namun, langkah Uni Eropa menunjukkan kehati-hatian. Komisi Eropa membuka penyelidikan mendalam atas potensi dampak merger terhadap struktur pasar dan kekuatan tawar-menawar Mars yang semakin besar. “Sebagai harga bahan makanan yang masih tinggi akibat inflasi, penting untuk memastikan akuisisi ini tidak makin membebani konsumen,” ujar Kepala Antimonopoli UE, Teresa Ribera.
Komisi menyoroti bahwa kombinasi antara Mars dan Kellanova dapat memberi perusahaan kekuatan lebih dalam negosiasi dengan pengecer, mendorong harga produk menjadi lebih mahal. Gabungan portofolio merek seperti M&M’s, Snickers, Whiskas (milik Mars) serta Pringles, Pop-Tarts, dan sereal Kellogg (milik Kellanova) dinilai memiliki posisi dominan di berbagai pasar Eropa.
Baca Juga: Korea Utara Resmikan Zona Wisata Pantai Wonsan, Targetkan Jadi Destinasi Kelas Dunia
Kekhawatiran juga datang dari sejumlah pengecer di Eropa yang takut kehilangan akses ke produk-produk populer jika menolak kesepakatan harga yang ditetapkan perusahaan gabungan nanti.
Mars mengaku kecewa atas penyelidikan penuh dari pihak Eropa, tetapi tetap optimis terhadap masa depan transaksi ini. “Kami yakin kombinasi portofolio Mars dan Kellanova akan membawa lebih banyak pilihan dan inovasi bagi konsumen,” ujar perwakilan Mars dalam pernyataan resmi.
Artikel Terkait
Wall Street Beragam: Nasdaq Naik, Dow Melemah di Tengah Damainya Timur Tengah dan Fokus pada Powell
Korea Utara Resmikan Zona Wisata Pantai Wonsan, Targetkan Jadi Destinasi Kelas Dunia
Enam Pejabat Polda Sulteng Dimutasi, Ini Daftar Lengkapnya
Studi Ungkap: Strategi Pinjaman China Hambat Kemandirian Keuangan Negara Berkembang
Jokowi Disebut Tak Jadi Maju Jadi Caketum PSI, Kaesang: Masa Anak Sama Bapak Saingan
Unhan RI Genjot Gizi Anak Lewat Posyandu Bhayangkara: Strategi Wujudkan Generasi Emas 2045
China-Taiwan Memanas: Perang Narasi Sejarah dan Klaim Kedaulatan Kian Tajam
Ridwan Kamil Gugat Balik Lisa Mariana Rp105 Miliar, Tuding Ada Kampanye Penghancuran Reputasi
Gus Muhaimin Perintahkan Razia Pesantren Abal-Abal, Fokus Jabar Jadi Prioritas Awal
Zohran Mamdani Menang Telak, Siap Jadi Wali Kota Muslim Pertama di New York