Dua pesanan dari Arab Saudi – masing-masing dari AviLease dan Riyadh Air – juga diharapkan diumumkan oleh Airbus pada hari pertama pameran.
Sementara itu, Boeing telah menunda hampir semua pengumuman besar, termasuk rencana pembaruan armada dari pelanggan lama mereka, Royal Air Maroc. Perusahaan asal AS ini sebelumnya sudah mengumumkan sejumlah kontrak besar saat kunjungan Trump ke Teluk, menjadikan pameran di Paris kali ini relatif sepi bagi mereka.
Fokus pada Teknologi Pertahanan dan Otonomi. Selain sektor komersial, Paris Airshow tetap menjadi ajang penting bagi perusahaan pertahanan dan luar angkasa, baik yang mapan maupun pendatang baru, untuk memamerkan teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan (AI) dan sistem otonom.
Meskipun dibayangi tragedi dan ketegangan geopolitik, Paris Airshow 2025 tetap menjadi panggung utama yang menggambarkan dinamika kompleks dunia kedirgantaraan saat ini—sebuah industri yang harus terus terbang di tengah badai.
Artikel Terkait
Ketegangan Memuncak, Kamboja Ajukan Sengketa Perbatasan ke Mahkamah Internasional
Susu Bangun Bangsa: Ribuan Warga Jakarta Minum Susu di CFD untuk Generasi Emas
Tiongkok Gelar Patroli Militer di Laut Cina Selatan, Peringatkan Filipina Soal Risiko Keamanan
Taiwan Tambah Huawei dan SMIC ke Daftar Kontrol Ekspor, Setara dengan Taliban dan al Qaeda
Polemik Empat Pulau: Batas Wilayah Menguji Ketegasan Negara
Amazon Gelontorkan Rp210 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Data Center dan AI di Australia
Meta Blokir Ribuan Konten Judol, Puan: Kolaborasi Digital Kunci Bersihkan Dunia Maya
Luka Kecil Bisa Jadi Jalan Masuk HIV, Ini Bahayanya yang Sering Diabaikan
Presiden Prabowo Ambil Alih Sengketa 4 Pulau Antara Aceh dan Sumut, Keputusan Akan Diambil Pekan Depan
Yusril Beberkan Alasan Hambali Tak Diizinkan Kembali ke Indonesia Usai Bebas dari Penjara Guantanamo