Kekerasan Anti-Imigran di Irlandia Utara: Pusat Rekreasi Diserang, Puluhan Polisi Terluka

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 12 Juni 2025 | 18:42 WIB
Para pekerja memeriksa kerusakan di Larne Leisure Centre yang rusak selama malam ketiga kerusuhan setelah sebuah protes di Ballymena terkait dugaan pelecehan seksual terhadap seorang gadis remaja setempat, di Larne, Irlandia Utara, 12 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Para pekerja memeriksa kerusakan di Larne Leisure Centre yang rusak selama malam ketiga kerusuhan setelah sebuah protes di Ballymena terkait dugaan pelecehan seksual terhadap seorang gadis remaja setempat, di Larne, Irlandia Utara, 12 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

LARNE,IRLANDIA UTARA,METROSELEBES.COM-Gelombang kekerasan anti-imigran kembali mengguncang Irlandia Utara untuk malam ketiga berturut-turut, dengan insiden terbaru terjadi di kota Larne. Sekelompok pemuda bertopeng menyerang dan membakar sebuah pusat rekreasi yang saat itu menjadi tempat perlindungan sementara bagi keluarga imigran yang terdampak kerusuhan sebelumnya di Ballymena. Seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (12/06/2025).

Baca Juga: Kesepakatan Bersejarah Uni Eropa dan Inggris Permudah Perlintasan Perbatasan Gibraltar

Kekerasan dipicu oleh kemarahan publik setelah dua remaja berusia 14 tahun ditangkap dan dihadapkan ke pengadilan atas tuduhan pelecehan seksual serius terhadap seorang gadis remaja di Ballymena. Menurut laporan BBC, dakwaan terhadap kedua remaja yang didampingi juru bahasa Romania itu dibacakan di pengadilan, dan mereka membantah tuduhan tersebut.

 

Serangan Terorganisir dan Bermotif Rasisme. Puncak kekerasan terjadi pada Selasa malam (10/6), saat ratusan perusuh bertopeng menyerang polisi, membakar rumah dan kendaraan di Ballymena. Polisi menyebut tindakan itu sebagai "kekerasan rasis yang brutal". Petugas menanggapi dengan semprotan meriam air, namun kekerasan terus berlanjut keesokan harinya.

Baca Juga: Pencairan Penebalan Bantuan Sosial (bansos) mulai Juni 2025

Pada Rabu malam, sekitar 30 km dari Ballymena, massa menyerang Larne Leisure Centre, tempat keluarga migran mengungsi. Jendela-jendela dipecahkan dan api dinyalakan di area lobi. Pada saat serangan terjadi, sejumlah wanita dan anak-anak tengah mengikuti kelas renang dan olahraga. Mereka harus dievakuasi melalui pintu darurat.

 

"Kelompok itu bertindak seperti binatang buas," ujar seorang saksi mata perempuan yang menolak disebut namanya. Ia mengaku sangat ketakutan dan merasa diintimidasi.

 

Kecaman dari Pemerintah dan Pejabat Publik. Menteri Kehakiman Naomi Long mengecam keras serangan itu, menyebutnya sebagai tindakan yang “tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.” Menteri Keuangan John O’Dowd turut menyatakan kemarahannya, menyebut para pelaku sebagai "preman rasis".

Baca Juga: SPMB 2025: Langkah Transformasional Menuju Pendidikan Inklusif dan Berkualitas untuk Semua

Menurut Menteri Komunitas Gordon Lyons, keluarga imigran sudah dipindahkan sebelum serangan terjadi, namun beredar desas-desus di masyarakat bahwa pusat rekreasi tersebut akan dijadikan tempat tinggal tetap bagi imigran. Lyons sendiri sempat menuai kritik setelah mengunggah pernyataan di Facebook terkait relokasi sementara ke pusat tersebut, meskipun ia kemudian mengecam serangan sebagai tindakan "keji" dan berupaya membendung kabar bohong.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters, BBC, Telegram

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X